This post has already been read 4 times!

Jakarta, Monasnews — Pengukuhan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar pada forum Muasyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta Convention Center, Jakarta, yang sedianya dikukuhkan Selasa malam (19/12/2017) tertunda, dan baru akan dilakukan pada Rabu (20/12/2017) ini.

Penundaan pengukuhan itu  dikarenakan, DPD I dari seluruh Indonesia dan Ormas Partai Golkar, mengusulkan tiga opsi periodesasi kepengurusan. Ketiga  opsi masa kepengurusan itu adalah: (1) opsi sampai 2019, (2) opsi sampai 2019  tapi bisa diperpanjang sampai 2020 dengan persetujuan Rapimnas, dan (3) terakhir sampai 2022.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menjelaskan, pengukuhan terhadap Airlangga ditunda menjadi Rabu ini karena ada tiga opsi yang diajukan oleh DPD I dan Ormas-ormas yang ada di bawah Partai Golkar.

Semalam, dalam  rapat parpurna pemandangan umum, seluruh pemilik suara secara bulat memilih Airlangga sebagai ketua umum, dengan tiga opsi itu yang akan dijawab hari ini dalam rapat paripurna. Panitia Munaslub, kata dia, menjadwalkan periodesasi kepengurusan sampai 2019, tapi dalam pemilik suara ada yang menyampaikan opsi lain. “Semua tergantung hasil keputusan di Munaslub, karena Munaslubnya kan masih berjalan,” kata Agung Laksono.

Agung menambahkan, pengukuhan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum hanya soal waktu, karena semua pemilik suara sudah bulat memilih Airlangga.

Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid menambahkan, pengukuhan Airlangga Hartarto akan dilakukan di forum Munaslub, pada Rabu hari ini, setelah DPP Partai Golkar memberikan jawaban atas pandangan-pandangan dari pemilik suara.

Menurut Nusron, pemilik suara juga memberikan amanah kepada Airlangga sebagai formatur tunggal untuk menyusun struktur kepengurusan Partai Golkar hasil Munaslub.***

Categories: NASIONAL