Aerial aerobatics semarakkan keramaian di Singapore Airshow

 

SINGAPURA, Monasnews – Tidak sia-sialah bagi masyarakat umum yang  menerjang teruknyamatahari, karena mendapat  imbalan dengan atraksi aerobatics udara di Singapore Airshow, yang dibuka untuk umum pada hari Sabtu (10 Februari).

Jet tempur dari berbagai negara melesat menembus stunts yang seolah menghentikan jantung, menarik sorakan dan bikin yang nonton terengah-engah.

Ini terlepas dari atraksi  tim aerobatic Korea Selatan, The Black Eagles, setelah salah satu pesawatnya jatuh saat lepas landas di Bandara Changi pada hari Selasa.

Daya tarik Singapura yang menampilkan keberanian parapilot  dari  Singapura, Indonesia,  Malaysia, Thailand dan Amerika Serikat, sungguh memikat parapenonton di Pusat Pameran Changi.

Di antara kerumunan massa  yang ada di sana adalah manajer penjualan Mike Chan, yang  bersama teman-temannya. Pria berusia 30 tahun, yang menantikan penampilan The Black Eagles, masih terkesan dengan penampilan udara halus yang disiapkan oleh tim lain, termasuk Republic of Singapore Air Force (RSAF).

RSAF menampilkan layar udara dengan F-15SG dan dua jet tempur F-16C. Segmen 15 menit menampilkan 15 manuver, enam di antaranya baru.

“Kami ingin datang lebih awal untuk mendapatkan tempat yang bagus untuk melihat pertunjukan udara oleh RSAF,” kata Chan. “Kami menikmati pertunjukan, sangat mendebarkan melihat jet tempur yang membuat manuver yang mematikan.”

Selain melihat  pameran ini,  pengunjung datang untuk menyaksikan  lebih dari 40 pesawat terbang dari seluruh dunia pada tampilan statis. Di antara pesawat yang memulai debutnya di acara tersebut adalah F-35B Korps Marinir generasi terbaru, yang membutuhkan landasan pacu sepanjang 120m untuk lepas landas, dan dapat mendarat secara vertikal.

Pengunjung juga memeriksa sebuah galeri warisan yang merinci sejarah RSAF, yang merayakan hari jubileum emasnya tahun ini.

Abel Tan, 30, yang telah mengikuti setiap edisi pameran Singapure Airshow dua tahunan, mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan kesempatan bagus untuk melihat berbagai bidang dan teknologi terbaru yang tersedia.

“Tampilan udara jelas merupakan salah satu yang menarik bagi saya, namun tampilan statis juga memungkinkan masyarakat menyentuh dan melihat pesawat dari berbagai negara,” kata Mr Tan, yang merupakan pakar produk untuk raksasa mobil Mercedes-Benz.


Beberapa pengunjung terbang dari luar negeri hanya untuk pertunjukan udara, yang berakhir pada hari Minggu.

Mekanis Bimo Pratomo, 43, terbang dari Jakarta dengan istrinya, 42, dan tiga anak berusia antara lima dan 12. “Anak-anak saya menyukai pesawat tapi mereka hanya melihat mereka di televisi, jadi saya pikir membawa mereka ke sini untuk menunjukkannya kepada mereka. Pesawat, “katanya.

Pada acara tersebut, pengunjung juga sempat duduk di kokpit jet tempur.

Daniel Pereira, 39, hadir di acara tersebut bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil dan mereka tidak keberatan mengantre untuk mendapatkan kesempatan melakukannya.

“Ini adalah kesempatan langka bagi kita untuk mengalami berada di jet tempur, dan anak-anak sangat senang dengan prospek itu,” kata Pereira, yang wiraswasta.

Leave a Reply