This post has already been read 3 times!

Manchester, Monasnews — Manchester City  terus mengukir hasil positif  pada musim ini bersama dengan pelatih Pep Guardiolo. Pada Rabu dinihari tadi (20/12/2017), City sukses mengantongi tiket ke  semifinal Piala Liga setelah menumbangkan Leichester City melalui adu pinalti 4-3.

Tos-tosan itu harus dilakukan, setelah kedua tim bermain seri 1-1 dalam waktu normal. Kemanangan ini membawa angin segar bagi City untuk bisa merebut empat gelar (kuadrapel) pada musim ini.

Ketika ditanya Sky Sports mengenai hal ini, Guardiola menjawabnya dengan  nada merendah, “Lupakan itu. Tak akan terjadi”.

Memang, menurut catatan  tren permainan City yang selama dipertontonkan sangat bagus. Apa yang dicapai City tersebut, membuat peluang mencetak kuadrapel mungkin saja terjadi. City kini memimpin klasemen liga Inggris dengan selisih 11 poin dari musuh bebuyutan sekotanya, Manchester United, yang penguntit di peringkat kedua.  Selain itu City juga berada di jalur  merebut trofi Piala Liga untuk ketiga kalinya dalam lima musim ini dimana  final akan digelar Februari tahun depan di Wembley.

Pemain Manchester City selebrasi. (Getty Image)Mancester

 

Jika mereka terus bermain semenawan sekarang, tidak mustahil mereka juga menjadi juara Liga Champions dan Piala FA. Pemimpin puncak manajemen City, Khaldoon Al Mubarak, bahkan tidak menyangkal kemungkinan timnya mencetak kuadrapel.

Dia jelas tidak tanpa tujuan itu saat merekrut manajer yang pernah mempersembahkan enam trofi sekaligus dalam satu musim kepada Barcelona.

Vardy menyamakan skor dari titik penalti (Getty)

 

City kini tak pernah kalah di dalam negeri Inggris sejak dikalahkan Arsenal pada semifinal Piala FA tahun lalu. Musim ini satu-satunya kekalahan yang diderita City adalah saat melawan Shakhtar Donetsk ketika City sudah memastikan lolos ke babak gugur Liga Champions.

Pertandingan Rabu dini hari tadi menjadi bukti Guardiola berhasil membentuk tim dengan para pemain kelas atas dan menciptakan generasi baru pemain yang selain tangguh tetapi juga berkualitas tinggi.

Di antara pemain muda yang berhasil dipolesnya untuk bersinar adalah harapan Inggris Phil Foden (17), remaja Spanyol berusia 18 tahun Brahim Diaz, dan bek asli Manchester Tosin Adarabioyo (20). Ketiganya menjadi bagian mengesankan dari kemenangan City.

Tim asuhan Guardiola memimpin lebih dulu berkat gol Bernardo Silva, namun Jamie Vardy menyamakan kedudukan pada tujuh menit menjelang waktu tambahan.

Dalam perpanjangan waktu, kiper City Claudio Bravo menggagalkan tendangan penalti Riyad Mahrez untuk memaksa pertandingan ditentukan dengan adu tendangan penalti.

“Banyak pemain muda dimainkan. Saya bahagia sekali untuk mereka. Mereka menunjukkan kepada saya banyak hal yang sangat bagus,” kata Guardiola.

Namun ketika ditanya kemungkinan merengkuh kuadrapel, Pep merendah, “Mustahil. Dalam sepak bola, saat Anda kekurangan poin, Anda kalah. Saya tak memikirkan gelar.”

Categories: SPORT