This post has already been read 3 times!

Revolisi budaya atau kemunduran peradaban Islam?

Riyadh, Monasnews — Inilah angin kemajuan kebudayaan, atau dalam perspektif lain bisa dianggap sebuah kemunduran budaya, yang dijanjikan Arab Saudi. Kalau selama ini pemerintah melarang  kaum wanita memasuki stadiun, mulai tahun 2018 para wanita diijinkan untuk bisa menyaksikan kegiatan sport di tiga stadion olah raga. Kebijakan ini  menjadi tonggak sejarah bagi Saudi, yang selama ini melarang wanita masuk stadion olah raga.

Pengumuman ini sejalan dengan reformasi yang ambisius dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menginginkan perubahan yang signifikan di wilayah kerajaan yang selama ini dikenal sangat konservatif ini. Sang Pangeran juga membuat negaranya membolehkan wanita untuk  mengemudikan kendaraan mulai Juni tahun depan.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (Handout via REUTERS)

“Tiga stadion di Riyadh, Jedah dan Damman siap mengakomodasi para keluarga mulai awal 2018,” umum otoritas olah raga Saudi dalam Twitter seperti dikutip AFP.

Bulan lalu pemerintah membolehkan ratusan wanita memasuki stadion olah raga di Riyadh yang biasanya dipakai untuk menggelar pertandingan sepak bola, demi merayakan hari nasional di Saudi.

Di bawah hukum sistem pendampingan, anggota pria sebuah keluarga (biasanya ayah, suami atau abang/adik)– mesti memberikan izin sebelum wanita boleh menuntut ilmu, melancong dan aktivitas-aktivitas lain.

Namun kini aturan-aturan itu dilonggarkan sebagai bagian dari “Visi 2030” untuk reformasi ekonomi dan sosial yang di antara tujuannya adalah meningkatkan angkatan kerja wanita.

Juli lalu para pembela hak sipil menyambut kebijakan kementerian pendidikan yang membolehkan pelajar putri berolah raga di sekolah negeri.***

 

Categories: LIFE