BAN PT rilis  instrumen akreditasi  berbasis outcome dan diferensiasi misi

BADAN Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) merilis instrumen akreditasi  berbasis outcome dan diferensiasi misi.

Langkah tersebut menindaklanjuti Peraturan Menristekdikti No 32/2016, yang  mengamanatkan agar BAN-PT mengembangkan instrument akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor Pendidikan tinggi di Indonesia dan mengikuti perkembangan global. Menteri menekankan,  instrument akreditasi perguruan tinggi harus dikembangkan dengan memperhatikan  keragaman model pengelolaan PT dan misi institusi yang tercermin dari program akademik yang dikembangkan.

Dalam siran persnya, BAN PT menyebutkan, merujuk pada  Permenristekdikti No 32/2016 dan Peraturan BAN-PT No 2 Tahun 2017 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi, pihaknya  kini telah mengembangkan Instrument Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) versi 2018 atau disingkat IAPT 3.0 (IAPT 1.0 (2006); IAPT 2.0 (2011).

Untuk  instrument akreditasi program studi versi baru (IAPS 3.0) masih dalam proses pengembangan, dan akan diumumkan secara terpisah setelah selesai dikembangkan.

Dijelaskan, untuk  IAPT 3.0 menggunakan 9 Kriteria yaitu: (1). Visi, Misi, Tujuan dan Strategi; (2) Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama; (3). Mahasiswa; (4). Sumber Daya Manusia; (5). Keuangan, Sarana dan Prasarana; (6). Pendidikan;
(7). Penelitian; (8). Pengabdian kepada Masyarakat; (9). Luaran dan Capaian Tridharma. Keseluruhan kriteria tersebut, dimaksudkan untuk mengukur tingkat ketercapaian dan/atau pelampauan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan standar yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Ditambahkan, berbeda dengan instrument sebelumnya, maka IAPT 3.0 memiliki beberapa fitur utama sebagai berikut: (a) Berorientasi pada output dan outcome. Yaitu pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome. Sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input; (b) Berbasis Laporan Evaluasi Diri (LED). Jika pada instrumen sebelumnya, dokumen usulan akreditasi berupa “borang” yang mendeskripsikan keadaan tiap aspek pada masing-masing standar, maka dokumen akreditasi IAPT 3.0 memuat Laporan Evaluasi Diri yang tidak hanya menggambarkan status capaian masing-masing kriteria, tapi juga memuat analisis atas ketercapaian atau ketidaktercapaian suatu kriteria. Dalam hal ini, Perguruan Tinggi juga diharapkan menemukenali kekuatan yang dimiliki serta aspek yang perlu mendapat perbaikan; (c) Elemen kedua dalam IAPT 3.0 adalah Rekaman Kinerja Institusi (RKI) yang memuat capaian indikator kinerja perguruan tinggi. Indikator ini disusun BAN-PT secara khusus dengan mempertimbangkan kekhasan perguruan tinggi tersebut; (d) Hasil akreditasi dengan IAPT 3.0 akan dinyatakan dalam bentuk status dan peringkat
sebagaimana tertuang dalam Permenristekdikti No 32/2016.

Untuk status PT, hasil akreditasinya akan dinyatakan sebagai  “Terakreditasi” atau “Tidak Terakreditasi”. Peringkat akreditasinya meliputi,  Baikk, Baik Sekali, dan Unggul.

Dalam pada itu,  untuk merespon keragaman perguruan tinggi di Indonesia, dari aspek program akademik IAPT 3.0 dibedakan antara perguruan tinggi dengan misi utama menyelenggarakan program akademik dan perguruan tinggi dengan misi utama menyelenggarakan program vokasi.

Selanjutnya, dari aspek penyelenggaraan dan tatakelola, IAPT 3.0 dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu: PTN-Badan Hukum, PTN-BLU, PTN-Satker, dan PTS. Mengingat saat ini belum ada PT Vokasi yang berbentuk badan hokum, maka IAPT 3.0 sementara dibuat dalam 7 varian yaitu: (1) IAPT 3.0 -PTN-BH-A: instrument untuk universitas/institut/ sekolah tinggi negeri berbadan hukum; (2) IAPT 3.0 -PTN-BLU-A: instrument untuk PTN berbentuk universitas/institut/ sekolah tinggi yang menerapkan PK-BLU; (3)  IAPT 3.0-PTN-BLU-V: instrument untuk PTN berbentuk Politeknik atau Akademi
yang menerapkan PK-BLU; (4) IAPT 3.0 -PTN-Satker-A: instrument untuk PTN berbentuk universitas/institut/sekolah tinggi yang merupakan Satuan Kerja murni Kementerian terkait; (5) IAPT 3.0 -PTN-Satker-V: instrument untuk PTN berbentuk Politeknik, Akademi, atau Akademi Komunitas yang merupakan Satuan Kerja murni Kementerian terkait; (6) IAPT 3.0 – PTS-A: instrument untuk PTS berbentuk universitas/institut/ sekolah tinggi; dan (7) IAPT 3.0 – PTS-V: instrument untuk PTS berbentuk Politeknik, Akademi, atau Akademi Komunitas

Dijelaskan,  IAPT 3.0 akan efektif mulai diterapkan tanggal 1 Oktober 2018. Untuk itu, usulan akreditasi yang disampaikan mulai tanggal 1 Oktober 2018, sudah harus menggunakan instrument IAPT 3.0., sedangkan  usulan akreditasi sebelum tanggal 1 Oktober 2018 masih menggunakan instrument yang saat ini berlaku.

Berkenaan dengan itu,  BAN-PT akan menyelenggarakan pelatihan untuk penggunaan IAPT 3.0 mulai bulan Mei 2018. Pelatihan akan diselenggarakan bekerjasama dengan Kopertis (LLDikti), asosiasi perguruan tinggi, serta pihak-pihak lain yang terkait. Pada tahap awal, pelatihan akan diprioritaskan bagi PT yang akan menyampaikan usulan APT pada tahun 2018. Jadwal pelatihan akan diumumkan di www.banpt.or.id;

Leave a Reply