This post has already been read 9 times!

ABUJA, Monasnews  – Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pada hari Rabu memerintahkan tiga anggota kabinetnya untuk menyelidiki sebuah serangan oleh kelompok teror Boko Haram di sebuah perguruan tinggi wanita awal pekan ini, kata seorang juru bicara pemerintah.

Menteri Pertahanan Mansur Dan-Ali, Menteri Luar Negeri Geoffrey Onyeama dan Menteri Informasi dan Kebudayaan Lai Mohammed, telah diminta untuk mengunjungi desa Dapchi di negara bagian timur laut Yobe, untuk mendapatkan informasi langsung mengenai serangan terhadap Sekolah Tinggi Teknik  Putri, Senin (19/2/2018), kata Mohammed  kepada wartawan di sini.

Menteri tersebut mengatakan Buhari juga mengarahkan badan keamanan militer dan keamanan lainnya untuk segera mengambil kendali perguruan tinggi dan menyelamatkan siswa yang hilang tersebut.

“Orang Nigeria akan terus diberi penjelasan singkat tentang perkembangan,” katanya seperti dikutip Xinhua.

Beberapa jam sebelum berita tersebut beredar, Buhari mengatakan bahwa dia “mengarahkan militer dan polisi untuk segera memobilisasi.” Dia merasa ikut terpukul sebagaimana dirasakan para orang tua yang anak gadisnya hilang sejak serangan tersebut.

Menurut pejabat, setidaknya 46 siswa masih belum diketahui. Laporan lain menyebutkan angka 13.

Lebih dari 94 siswa hilang pada awalnya. Namun pemerintah negara bagian tersebut mengatakan 28 orang kembali pada Selasa malam dan 20 lainnya kembali Rabu dini hari.

Polisi dan pejabat negara mengatakan tidak ada bukti bahwa anak-anak perempuan tersebut telah diculik, namun pemerintah Yobe kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa militer telah menyelamatkan beberapa siswa dari Boko Haram.

Seorang guru lokal mengatakan bahwa penjahat Boko Haram pergi ke asrama siswa, banyak gadis melompati pagar dan berhasil lolos ke semak-semak. Beberapa gadis yang telah kembali memberitahu pihak sekolah, bahwa mereka diselamatkan oleh penduduk desa dari semak-semak.

Sekitar empat tahun yang lalu, 276 anak perempuan diculik oleh Boko Haram dari Sekolah Menengah Anak Perempuan di kota Chibok di Negara Bagian Borno di negara bagian Yobe. Hanya 107 gadis Chibok yang berhasil diselamatkan atau kembali di tengah negosiasi pemerintah yang sedang berlangsung dengan Boko Haram.

Kelompok Islam terlarang tersebut sejak 2009 telah berusaha untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria timur laut. Mereka telah membunuh sekitar 20.000 orang dan membuat  jutaan orang mengungsi.**

Categories: GLOBAL TERORISME