This post has already been read 5 times!

LONDON, MonasNews – Para pemimpin Persemakmuran sepakat pada hari Jumat di London, bahwa Pangeran Charles harus mengikuti jejak ibunya, Ratu Elizabeth II sebagai ketua kelompok berikutnya, demikian laporan BBC dan media Inggris lainnya.

Ratu Elizabeth pada Kamis mengatakan kepada para pemimpin dari 53 negara anggota persemakmuran, bahwa dia ingin putra sulungnya untuk menggantikannya dalam peran simbolik dan protokoler.

Para pemimpin, berkumpul di Kastil Windsor untuk pembicaraan pribadi, dan mereka setuju bahwa Charles, pewaris tahta dari 16 negara Persemakmuran, harus melanjutkan kepemimpinan kerajaan  dalam posisi non-turun-temurun, demikian  televisi BBC,  Sky News dan kantor berita Press Association  melaporkan.

Menyusul panggilan publik Ratu Elizabeth ketika ia membuka KTT kelompok persemakmuran tersebut,  pada Kamis untuk kemungkinan waktu terakhir, serangkaian perdana menteri Persemakmuran menyuarakan dukungan mereka pada hari Kamis bagi Charles sebagai sosok stabilitas dan kontinuitas.

Ratu Elizabeth, yang berusia 92 tahun pada hari Sabtu, berbicara tentang “perjalanan luar biasa” sendiri sejak berjanji untuk melayani Persemakmuran  ketika berusia 21 tahun.

“Ini adalah harapan tulus saya bahwa Persemakmuran akan terus menawarkan stabilitas dan kesinambungan untuk generasi mendatang dan akan memutuskan bahwa suatu hari, Pangeran Wales harus melanjutkan pekerjaan penting,” katanya, mengacu pada Charles.

Ratu Elizabeth telah menjadi figur simbolik Persemakmuran sejak kematian ayahnya raja George VI pada tahun 1952.

Beberapa suara republikan telah memancing perubahan di masa depan.

Pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn, kepala Partai Buruh, mengatakan pada hari Minggu, bahwa peran itu bisa beralih ke putaran kepresidenan.

Tetapi Perdana Menteri Inggris Theresa May memberinya dukungan kepada Charles, 69 tahun.

“Pemerintah mendukung Pangeran Wales sebagai kepala Persemakmuran berikutnya. Dia telah menjadi pendukung  yang membanggakan buat Persemakmuran selama lebih dari empat dekade,” kata juru bicaranya.

PM Kanada Justin Trudeau mengatakan: “Saya sangat setuju dengan keinginan Yang Mulia bahwa Pangeran Wales akan menjadi kepala Persemakmuran berikutnya.”

PM Maltese Joseph Muscat menambahkan: “Kami yakin bahwa ketika dia akan dipanggil untuk melakukannya, dia akan memberikan kepemimpinan yang solid dan bersemangat untuk Persemakmuran kita.”

Dan Perdana Menteri Grenada Keith Mitchell mengatakan kepada BBC: “Ini akan menjadi berita baik.”

“Memiliki Pangeran Wales tentu bukan tindakan yang tidak membantu pada saat ini.”

Ratu Elizabeth berhalangan untuk  melakukan  perjalanan jarak jauh guna  menghadiri KTT dua tahunan Persemakmuran pada 2013. Pertemuan persemakmuran berikutnya  tampaknya akan diadakan di luar Eropa dalam waktu dekat. Charles yang mewakili Ratu pada KTT 2013 di Kolombo, tampaknya akan diminta untuk mengemban tugas tersebut.  (AFP)

Categories: GLOBAL POLITIK