This post has already been read 18 times!

TARAKAN, Monasnews – Densus 88 Anti Teror bergerak cepat dengan menangkap terduga teroris yang menyebar teror melalui sosial media  Whatsapp dengan mengirimkan video berisi ancaman.

Beredarnya ancama melalui materi video pada Rabu lalu, telah membuat geger  warga Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Video ancaman tersebut tersebar melalui  grup-grup Whatsapp.

Di dalam video tanpak,  pelaku  terduga teroris memperlihatkan sebilah pisau dan sepucuk senjata api beserta sebuah buku yang bertuliskan jihad. Palaku  mengancam akan menembak kepada warga Kaltara.

Densus 8 yang mendapat informasi ini, langsung bergerak, dan pada Kamis (17/5/2018) dini hari, pelaku dapat ditangkap.  “Tolong diinformasikan tadi malam jam 01.00 Wita sudah ditangkap sama tim Densus 88,” kata  Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit.

Dengan tertangkapnya  terduga teroris di Tarakan tersebut,   Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat menyampaikan  apresiasinya kepada aparat keamanan.

Arief mengapresiasi kinerja pihak kepolisian dan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang dengan sangat cekatan berhasil membekuk pelaku teror melalui video tersebut.

“Begitu video [teror] ini beredar, maka tidak lama kemudian pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya bergerak cepat. Berkat kerja sama semua pihak, pelakunya sudah berhasil ditangkap. Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian, Densus 88, dan TNI atas kinerjanya,” ujar Arief di Mako Polres Tarakan.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak resah terkait teror video yang viral. Sebab, pelakunya sudah diamankan oleh tim Densus 88 Antiteror. Menurutnya, pemerintah kota bersama pihak keamanan telah melakukan langkah antisipatif dalam menangkal radikalisme dan terorisme.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tidak apatis melihat di sekelilingnya melaporkan bila ada hal-hal yang mencurigakan,” pesan Arief.

Langkah nyata antisipatif menangkal terorisme yang dilakukan pemerintah kota ialah memerintahkan perangkat RT agar lebih peka dan intens melakukan pemantauan di lingkungannya.

“Dalam waktu dekat, seluruh RT, Lurah dan seluruh FKPD akan kami kumpulkan untuk memberikan pengarahan mengantisipasi [hal-hal] yang tidak diinginkan ke depan,” ujarnya.

 

Categories: NASIONAL TERORISME