"Dia sudah dimaafkan", kata Romo Prier untuk terdakwa penyerang Gereja St. Lidwina Sleman

YOGYAKARTA, Monasnews – Romo  Karl Edmud Prier SJ mengatakan bahwa dia tidak lagi menyimpan dendam terhadap Suliyono, tersangka dalam sebuah kasus penyerangan di Gereja St. Lidwina di Sleman, Yogyakarta, hampir dua minggu yang lalu.

“Saya telah memaafkannya, seperti kata Yesus ‘mengampuni kita dosa kita, saat kita dapat memaafkan orang-orang yang berbuat salah terhadap kita‘,” katanya dalam sebuah pertemuan dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.

Pastor Yesuit berusia 80 tahun itu mengunjungi polisi untuk berterima kasih kepada mereka, karena telah memberikan perlindungan dan bantuan setelah serangan tersebut. Selain Prier, tiga pengunjung gereja juga menderita luka-luka dalam serangan tersebut.

“Saya sudah sembuh sekarang. Saya tidak mengalami mual atau sakit kepala lagi, ” kata Prier, yang kelahiran Frankfurt ini. Dia telah melayani umat Katolik di Yogyakarta sejak tahun 1960-an.

Prier telah lama dikenal mengenalkan inkulturasi di gereja-gereja Katolik di Indonesia. Ia mendirikan Pusat Musik Liturgis Yogyakarta (PML) pada tahun 1971.

Direktur sekolah pascasarjana Atma Jaya Yogyakarta, Lukas Ispandriarno, yang mendampingi Prier dalam pertemuan tersebut, mengatakan bahwa Prier masih berdiri di altar saat serangan tersebut terjadi.

“Dia yakin dia akan bertahan karena dia berada di rumah tuhan,” katanya. Prier mendorong anggota jamaahnya untuk tetap berani.

“Jangan takut. Saya tidak khawatir. Pelajari cara mengatasi ketakutan Anda, “katanya.

Sementara itu, Kapolda Yogyakarta Brigjen. Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan, insiden tersebut merupakan peringatan bagi anggota semua agama untuk menjaga persatuan di tengah keragaman di negara tersebut.

“Kita harus menjaga persatuan dan memerangi setiap praktik yang merugikan umat manusia,” katanya. ***

Leave a Reply