This post has already been read 8 times!

JAKARTA, Monasnews – WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkukuh melepas saham milik Pemerintah Provinsi DKI di PT Delta Djakarta,  sekalipun keputusan itu disayangkan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Sandiaga berharap DPRD DKI Jakarta sepakat dengan keputusan tersebut. “Kita ingin tentunya mendapatkan deviden yang halalan toyiban,” kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Meski keputusan itu belum disepakati melalui mekanisme pelepasan saham di DPRD DKI, Sandiaga mengaku telah memberitahu secara lisan soal keputusan itu kepada beberapa anggota DPRD DKI, seperti Yuke Yurike dari Fraksi PDI-P. Sementara Prasetio, dia sebut sulit dihubungi.

“Jadi saya sudah dua atau tiga hari ke rapat paripurna mencari Pak Pras, karena yang lain sudah saya beri tahu secara lisan. Saya sudah berbicara dengan Bu Yuke dari PDIP. Saya ingin bicara sama Pak Pras tapi Pak Pras belum ada, pas ditelponin nggak masuk-masuk,” ucap Sandiaga.

Dia pun mengakui proses pelepasan saham ini baru dimulai. Selain akan berkirim surat dan meminta persetujuan DPRD, Pemprov DKI juga akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga konsultan hukum. Dia berharap DPRD bisa kooperatif dengan keputusan Pemprov DKI tersebut.

“Tentunya proses memohon perizinan dari DPRD kita akan lakukan sesuai dengan ketentuan. Itu harapan kita jangan sampai kita mengabaikan kebutuhan masyarakat,” ucap dia.

Sandiaga beralasan, pelepasan saham Pemprov DKI akan berdampak baik bagi ekspansi usaha San Miguel sebagai pemilik saham terbesar di PT Delta Djakarta.
Selain itu, bila pelepasan saham disetujui, Pemprov DKI akan menerima Rp1 triliun dari nilai saham 26,25%. Hal itu, menurutnya, lebih menguntungkan Pemprov DKI yang selama ini menerima deviden rata-rata Rp38 miliar per tahun.

Sementara angka Rp1 triliun itu dia sebut bisa untuk membangun 60 gedung sekolah, satu atau dua sekolah bertaraf internasional, hingga menjadi modal Pemprov DKI membuka lapangan pekerjaan.

“Ini kan ada time value of money, sedangkan kita bisa gunakan dana tersebut buat begitu banyak pembangunan yang dirasakan masyarakat langsung,” ujar Sandi.

Pemprov DKI memiliki saham di PT Delta Djakarta sejak era Gubernur Ali Sadikin. Salah satu alasan Ali saat itu ialah agar industri hiburan di Jakarta tidak perlu mengimpor bir dari luar negeri. Seiring berjalannya waktu, Delta Djakarta pun menjadi pemain utama produsen bir di tanah air. (OL-2)

Categories: BISNIS & INVESTASI