This post has already been read 2 times!

Flight 555, inilah  film Indonesia bergenre drama komedi pertama yang mengambil adegan di pesawat, besutan  dari sutradara sekaligus penulis skenario, Raymond Handaya (Koala Kumal, Susah Sinyal)

Film ini mencoba  memotret beragam soal yang terjadi dalam masyarakat yang ditampilkan lewat berbagai karakter dan kepentingan. Ya,  para penumpang pesawat memang memiliki keragaman, mulai  golongan kelas bawah hingga kelas atas.

Sekalipun bertutur  tentang pembajakan pesawat bukanlah film  pertama di dunia perfilman — misalnya  Non-Stop, Flightplan dan Air Force One–  Film Flight 555 tetap  patut ditonton karena menghadirkan banyak aktor dan aktris kenamaan seperti Tara Budiman (Berangkat!, Remember The Flavor), Mikha Tambayong (Critical Eleven, Promise), Giselle Anastasia (Cek Toko Sebelah), Meriza Febriani (Ibu Maafkan Aku, Kalam-Kalam Langit) dan Samuel Zylgwyn (Ekskul, Hantu Jeruk Purut).

Sejumlah aktor senior  sekelas Mathias Muchus (Surat Cinta untuk Starla the Movie, Ayat Ayat Cinta 2), Jaja Mihardja (Si Juki the Movie, From London to Bali), ikut terlibat. Juga  menghadirkan penampilan para Komika seperti Anyun Cadel (Mau Jadi apa?, Generasi Kocak: 90an vs Komika), Arafah Rianti (Suami untuk Mak), Yudha Keling (Warkop DKI Reborn, The Underdogs), Mo Sidik (Jomblo, Bukaan 8) dan pemeran lainnya yang terdapat di daftar pemain dibawah ini.

Film ini menceritakan  kisah unik, bukan hanya menghadirkan satu pembajak, melainkan tiga kelompok pembajak dengan tujuan yang berbeda. Dalam pembuatan alur cerita atau skenario, Raymond bekerja sama dengan Isman HS (Comic 8: Casino Kings) untuk menambah nuansa komedi dalam film drama ini.

Film produksi Citra Visual Sinema ini, mengambil syuting di hangar GMF (Garuda Maintenance Facility) Bandara Soekarno Hatta dengan menyewa sebuah pesawat Airbus Lion Air (diubah menjadi Pesawat Komodo Air) selama 15 hari untuk kebutuhan syuting.

Syuting yang dikakukan di dalam pesawat,  memiliki kesulitan tersendiri, seperti ruang gerak yang terbatas dan bloking-bloking yang susah. Sekalipun demikian, karena para crew dan pemain dapat kerjasama dengan  baik, semua kesulitan bisa diatasi sesuai adegan dan cerita yang ingin disampaikan.

Film yang  diproduseri  Duke Rachmat (Psikopat) dan Niken Septikasari (Untuk Angeline), dijadwalkan mulai tayang di layar lebar pada 18 Januari 2018.

» Tanggal rilis : 18 Januari 2018
» Genre : Drama, Comedy
» Sutradara : Raymond Handaya
» Penulis : Isman HS dan Raymond Handaya
» Produser : Duke Rachmat dan Niken Septikasari
» Rating Usia : R (13 tahun keatas)
» Durasi : 1 jam 47 menit

Categories: KULTUR