This post has already been read 3 times!

SEMPAT menjadi kontroversi di tanah air, kehadiran Go-Jek ternyata memberi kontribusi positif kepada perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra pengemudi sepeda motor dengan total nilai Rp8,2 triliun per tahun.

Survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memberi gambaran tentang  pergeseran penghasilan mitra pengemudi sebelum dan setelah bergabung di Go-Jek.

Laporan hasil riset menunjukkan mitra pengemudi Go-Jek mendapatkan penghasilan tambahan Rp682,6 miliar per bulan sejak bergabung dengan Go-Jek atau Rp8,2 triliun per tahun.

Menurut Paksi Walandau, peneliti  LD FEB UI, rata-rata pendapatan mitra pengemudi Go-Jek naik 44% sejak bergabung dengan Go-Jek. “Ini belum semua. Kami hanya melakukan penelitian terhadap penghasilan pengemudi dari Go-Ride dan Go-Food,” katanya, Kamis (22/3/2018).

Direktur LD FEB UI, Turro Wongkaren menambahkan,  hasil penelitan menunjukkan dampak disrupsi ekonomi digital terhadap perekonomian, terutama dalam bentuk penyediaan lapangan kerja. Menurutnya,  sekitar 15% dari mitra pengemudi Go-Jek sebelumnya tidak tergabung dalam angkatan kerja, baik sebagai pengangguran maupun berstatus mahasiswa.

“Di sini bisa dilihat bahwa mereka bekerja begitu melihat ada kemungkinan bekerja paruh waktu dan bisa mengatur waktu secara lebih fleksibel,” kata Turro.

Hasil penelitian LD FEB UI juga menunjukkan peningkatan pendapatan mitra pedagang Go-Food. Pedagang mitra Go-Food mendapatkan tambahan penhasilan Rp138,6 miliar per bulan atau Rp1,7 triliun per tahun setelah bergabung dalam ekosistem Go-Jek.**

Categories: TRANSPORTASI