This post has already been read 2 times!

KYODO, Monasnews – Setelah krisis nuklir 2011, tingkat radiasi di rumah-rumah dan daerah-daerah di dekatnya di sebuah desa Fukushima tinggal sekitar tiga kali lebih tinggi dari target yang diinginkan pemerintah, meskipun sebenarnya telah dilakukan  pembersihan.

Menurut laporan  Greenpeace Jepang yang dirilis pada hari Kamis  (1/3/2018) lalu menyebutkan, bahwa di beberapa daerah seperti di desa Iitate dan kota Namie, tingkat radioaktivitas yang terdeteksi di beberapa titik di antara puluhan ribu yang diperiksa dalam survei pada September dan Oktober lalu lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Sebagian besar dari enam rumah yang disurvei di Iitate, yang terletak sekitar 40 kilometer barat laut kompleks Fukushima No. 1 yang lumpuh, tingkat radiasi yang tercatat lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 0,23 mikrosieverts per jam, berkisar antara 0,2 sampai 0,8 microsieverts per jam.

Beberapa daerah di desa tersebut telah mengalami kenaikan tingkat radiasi dari tahun 2016, kata Greenpeace. “Ada kemungkinan (lingkungan) terkontaminasi lagi karena bahan radioaktif yang terakumulasi di hutan terdekat mungkin telah bergerak,” katanya.

Satu rumah, yang terletak di dekat sebuah kantor kotamadya dengan daerah berhutan sedikit di dekatnya, menandai tingkat radiasi yang lebih rendah dibandingkan dengan survei tahun 2016, namun tingkat di lima rumah lainnya – yang berada di dekat hutan yang belum dibersihkan – tetap hampir sama.

Titik-titik yang disurvei meliputi area di Iitate dan Namie dimana perintah evakuasi telah diangkat serta beberapa bagian dari Namie yang tetap menjadi zona “sulit untuk kembali” setelah bencana nuklir Fukushima, yang dipicu oleh gempa dan tsunami besar bulan Maret 2011.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa efek dari pekerjaan pembersihan yang dilakukan pada tahun 2011 dan 2012 di distrik Tsushima, Namie, yang terletak 40 km barat laut pabrik Fukushima, telah dibatasi, dengan satu rumah di sana mencatat tingkat radiasi 5,8 mikrosieverts per jam pada tingkat tertinggi. pembacaan dan 1,3 microsieverts per jam rata-rata.

Distrik ini termasuk daerah yang ditunjuk sebagai zona rekonstruksi khusus oleh pemerintah. Negara berencana untuk melakukan pembersihan dan mempromosikan pembangunan infrastruktur secara intensif dengan biaya untuk membuat kawasan tersebut dapat ditinggali lagi.

Categories: LINGKUNGAN