This post has already been read 10 times!

 

‘YA, Allah, di penghujung bulan Sya’ban ini kukirimkan Do’a untuk saudara2 ku, sahabat-2 ku & orang-2 yg kuhormati serta orang-2 yg kucinta. Beri mereka kesehatan, tawadhu’ dalam Iman, dan Islam, keluarga yg bahagia, rizki yg barokah, serta terimalah amal ibadahnya dan pertemukanlah mereka dengan Ramadhan yg segera datang ini’.

Begitu selarik pesan Whatsapp yang dilayangkan Ipda Auzar kepada rekan-rekannya, termasuk Wakapolri Komjen Syafruddin, pukul 07.15 WIB, kemarin.

Sekitar 2 jam kemudian perwira di Subditregident Ditlantas Polda Riau itu mengembuskan napas terakhir karena dilanggar kendaraan teroris yang menerobos kantor kepolisian daerah tersebut.
Bagi Komjen Syafruddin, Auzar memiliki kedekatan melebihi sekadar sebagai anak buah.

“Sudah 25 tahun persaudaraan saya dengan Auzar, mulai sopir, urus anak-anak dari kecil sampai dewasa, sampai berumah tangga. Almarhum masih bolak-balik Jakarta-Pekanbaru untuk urus ibu dan anak-anak saya,” kata Syafruddin penuh haru.

Auzar dikenal sebagai sosok alim. Almarhum kerap menjadi muazin, penceramah, dan menyampaikan tausiah di Masjid Al Adli Kantor Polda Riau. Sebelum meninggal pada peristiwa serangan teroris kemarin pagi, almarhum baru usai menunaikan salat duha di lantai dua Masjid Polda Riau. Setelah itu, almarhum buru-buru kembali ke ruang kerjanya. Ketika itulah teroris menabrak Auzar.

Dirlantas Polda Riau Kombes Rudi Syarifudin di rumah almarhum mengungkapkan, “Auzar aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Dia kerap memberikan tausiah hingga menjadi ustaz yang disegani di kepolisian maupun masyarakat. Almarhum punya pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak miskin.”

Selain menewaskan Auzar, terduga teroris juga melukai perut Brigadir Jhon Hendrik dan kepala belakang Komisaris Faridz Abdullah. Sebanyak empat teroris tewas di tempat dan seorang melarikan diri.

Kemarin sore, Auzar, pria kelahiran Tanjung Alam, 9 November 1962, yang meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan seorang cucu itu dikebumikan dengan upacara kemiliteran di TPU Mayang Sari Simpang BRG. Polri mengganjar almarhum dengan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat menjadi iptu.

Tangis pilu keluarga dan kerabat menyertai jenazah Auzar sejak dari kediamannya di Jalan Bambu Kuning, Gang Bambu Kuning 1, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, hingga ke permakaman.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan rela berpanas-panas mengantar Auzar ke peristirahatan abadi, tidak terkecuali Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakapolda Riau Brigjen Permadi, dan sejumlah staf di kantor gubernur.

“Semoga Allah SWT menerima amal dan baktinya,” ujar Wakapolda Riau seusai menjadi inspektur upacara di pemakaman Auzar.

 

Categories: NASIONAL