Hakim Amerika kedua mencekal Trump untuk akhir program DACA

WASHINGTON, Monasnews –  Hakim A.S. kedua pada hari Selasa memblokir keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri sebuah program yang melindungi imigran yang masuk  ke Amerika Serikat secara tidak sah dengan mendeporasi  anak-anak.

Hakim Distrik A.S. Nicholas Garaufis di Brooklyn memutuskan bahwa program the Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA), tidak dapat diakhiri pada bulan Maret sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah Amerika yang dikuasai kubu Republik, dan ini adalah sebuah kemenangan  pengacara dan imigran yang menuntut pemerintah federal dimana  kubu  Demokrat ada di belakang mereka.

Keputusan tersebut serupa dengan keputusan tanggal 9 Januari oleh Hakim Distrik A.S. William Alsup di San Francisco, bahwa DACA harus tetap berada di tempat semula, sementara proses pengadilan yang menantang keputusan Trump berlanjut.

Pertarungan hukum mengenai DACA mempersulit sebuah debat yang sedang berlangsung di Kongres mengenai apakah akan mengubah undang-undang imigrasi negara tersebut.

Mahkamah Agung pada hari Jumat, mempertimbangkan apakah akan mengambil keputusan administrasi dari keputusan San Francisco. Pengadilan dapat mengumumkan segera setelah Jumat siang apakah akan mendengar kasus tersebut.

Garaufis mengatakan bahwa pemerintah pada akhirnya dapat membatalkan program DACA namun alasan yang diberikannya pada September lalu karena membatalkannya terlalu sewenang-wenang dan tidak dapat bertahan. Hakim memerintahkan pemerintah untuk memproses permohonan perpanjangan DACA dengan persyaratan yang sama seperti sebelumnya sebelum Presiden mengambil tindakannya.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Departemen Kehakiman A.S., Devin O’Malley mengatakan bahwa DACA dilaksanakan secara sepihak oleh pendahulu Trump’s, Presieen Barack Obama (Demokrat) dan dengan demikian secara tidak sengaja menghindari Kongres.

“Departemen Kehakiman akan terus mempertahankan posisi ini dengan penuh semangat, dan berharap dapat membuktikan posisinya dalam proses pengadilan lebih lanjut,” kata O’Malley.

Seringkali disebut “Pemimpi”, ratusan ribu orang dewasa muda, kebanyakan Hispanik, mendapat perlindungan dari dideportasi dan izin kerja di bawah DACA, yang dibuat pada tahun 2012.**

Leave a Reply