This post has already been read 5 times!

BANDAR LAMPUNG, MonasNews – PT Indosat Tbk. mengalokasikan total Rp8 triliun untuk belanja modal dengan 80% di antaranya atau sekira Rp6,4 triliun untuk penguatan jaringan.

Presiden Direktur PT Indosat Ooredoo, Tbk, Joy Wahjudi mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat jaringan unguk bisa bersaing.

Dari total belanja modal Rp8 triliun, hanya 20% atau Rp1,6 triliun untuk nonjaringan. Namun, dia menyebut porsi belanja modal untuk jaringan tak seluruhnya untuk wilayah luar Jawa.

Setidaknya, dengan upaya penguatan jaringan, akses data di Luar Jawa terus meningkat secara bertahap meskipun belum setara dengan yang telah tersedia di Pulau Jawa.

“Tahun ini kita komitmen Rp8 triliun untuk jaringan 80% ke jaringan dan 20% nonjaringan,” ujarnya seperti dikutip Bisnis, saat memberikan sambutan dalam acara Media Gathering Outside Java Expansion di Hotel Sheraton, Lampung, Rabu (18/4/2018).

Menurutnya, peralihan dari SMS dan suara ke data terus terjadi menyentuh pelosok. Oleh karena itu, pihaknya menguatkan kehadiran jaringan hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan. Sebagai contoh, dengan 606 titik base transceiver station (BTS) di 15 kabupaten dan 213 kecamatan di Lampung.

Lampung pun, tutur Joy menjadi salah satu titik ekspansi jaringan ke Luar Jawa. Di Lampung, pihaknya melakukan modernisasi menara hingga pembangunan BTS baru karena terdapat potensi pertumbuhan pasar. Model pengembangan ini, tutur Joy, akan diduplikasi untuk penguatan jaringan di wilayah lain khusus Luar Jawa.

“Lampung itu sendiri lebih dari 600 BTS, modernisasi, bangun baru. Beberapa propinsi di Luar Jawa akan dibangun seperti ini,” kata Joy.

Sebagai gambaran, sepanjang 2017, di sisi pendapatan, perusahaan mampu meningkatkan pendapatan dari seluler sebesar 1,7% dari Rp24,09 triliun di 2016 menjadi Rp24,49 triliun. Pendapatan dengan pertumbuhan terbesar berasal dari segmen produk multimedia, data dan internet (MIDI) dengan 9,4% dari Rp4,13 triliun menjadi Rp4,51 triliun.

Pertumbuhan jumlah pelanggan pun sejalan dengan upaya perseroan membangun infrastruktur. Dengan tren naiknya pelanggan berbasis data, jumlah BTS 2G berkurang dari 24.042 unit di 2016 menjadi 23.999 unit di 2017. Hal itu berbeda dengan jumlah BTS 3G dan 4G yang terus bertambah.

Untuk 3G, Indosat mengoperasikan 30.179 BTS atau bertambah 2.455 dari 27.724 BTS yang dioperasikan pada 2016. Kemudian, untuk BTS 4G, Indosat mengoperasikan 7.179 BTS atau bertambah 2.462 unit dari yang beroperasi 4.717 unit di 2016. Secara total, per 31 Desember 2017, perusahaan mengoperasikan sebanyak 61.357 BTS di 205 kota.

Categories: EMITEN MARKET