This post has already been read 9 times!

JAKARTA, Monasnews – Nama Perry Wardiyo sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), tampaknya seirama dengan harapan Komisi XI (Komisi Keuangan) DPRRI.

Wardiyo nantinya akan memimpin bank sentral untuk periode  2018-2022.  Anggota Komisi Keuangan, Johnny G. Plate, mengharapkan calon yang diusulkan tersebut merupakan  figur yang sudah memahami betul tentang situasi terkini makro prudential indonesia.

“Orang dalam tentu bagus bagi BI,” ujar Johnny, Sabtu (24/2/2018). Dengan  dipilihnya satu nama, maka Komisi XI DPR dapat melakukan fit and proper test pada bulan depan mengingat Mei 2018 Gubernur BI baru akan segera menjabat.

Perry Warjiyo, lahir di Sukoharjo pada 1959. Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur, Perry Warjiyo menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Pada 2009 Perry Warjiyo  sempat menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Perry Warjiyo mempunyai karir yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.

Perry Warjiyo juga sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia. Gelar Master dan PhD di bidang Moneter dan Keuangan Internasional diperoleh dari Iowa State University, AS, masing-masing pada tahun 1989 dan 1991.***