This post has already been read 17 times!

SURABAYA, Monasnews – Presiden Joko Widodo mendesak agar Revisi Undang-Undang Antiterorisme segera diselesaikan.

Langkah itu diharapkan dapat menjawab ancaman terorisme di tanah air, seperti yang terjadi pada  tiga rangkaian teror bom, di tiga Gereja di Surabaya, Sidoarjo dan Mapolresta Surabaya.

Presiden dengan tegas mengutuk aksi teror tersebut dan menilainya sebagai tindakan pengecut. Aksi semacam itu harus dilawan, dibasmi hingga ke akar-akarnya.

“Kita akan lawan, akan basmi sampai ke akar-akarnya. Saya perintahkan kepada Kapolri, untuk tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi aksi teroris ini,” ujar Presiden  Senin (14/5/2018).

“Kedua saya juga meminta kepada DPR dan Kementerian terkait, yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme, yang sudah kita ajukan pada bulan Februari 2016, untuk segera diselesaikan secepat-cepatnya dalam masa sidang berikut yaitu 18 Mei yang akan datang; karena ini merupakan payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bertindak tegas dalam mencegah dan menindak,” ujar Presiden.

“Kalau Juni tidak segera dikeluarkan saya akan keluarkan perppu,” ujar Presiden.

Seperti diketahui, setelah ledakan bom Minggu (13/5/2018) pagi di tiga gereja Surabaya serta ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu malam, ledakan bom kembali terjadi pagi ini, Senin (14/5/2018).

Dalam aksi penyerangan yang dilakukan Senin pagi ini, pelaku  menggunakan sepeda motor. Bom meledak di depan pintu masuk  Markas Polrestabes Surabaya,  sekitar pukul 08.50 WIB.

“Kami memastikan ada korban. Apakah itu luka atau meninggal dunia mohon rekan menunggu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin.

Pihaknya belum bisa menyebutkan berapa jumlah korban karena masih olah tempat kejadian perkara.

“Ada anggota yang terluka dan masyarakat yang terluka,” tuturnya Barung mengemukakan serangan bom itu adalah penyerangan bom kendaraan.

“Kami memastikan ini kendaraan roda dua atau motor,” ucapnya.

Dia menjelaskan ledakan terjadi setelah ada motor dan mobil, setelah itu terjadi ledakan.

Dengan kembali meledaknya bom di Surabaya, Polda Jatim dipimpin oleh Wakapolda Jatim menuju ke tempat kejadian perkara. “Kami masih berada di TKP. Mohon waktu. Kami akan terus update. Semua Polda melakukan pelayanan masyarakat,” katanya.***

Categories: NASIONAL TERORISME