KA terlambat gara-gara longsor, PT KAI beri service recovery

Purwokerto, Monasnews — Jalur  rel lintas selatan,  khususnya petak jalan Bumiwaluya-Cipeundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat,   aman untuk dilewati kereta api.

Penegasan itu disampaikan  Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko. “Berdasarkan informasi dari PT KAI Daop 2 Bandung, petak jalan Bumiwaluya-Cipeundeuy yang sempat tertutup longsor, dinyatakan aman untuk dilewati KA pada pukul 02.35 WIB,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat seperti dilaporkan Antara. 

Sekalipun demikian,  kecepatan kereta api saat melintasi petak jalan tersebut,  khususnya di Km 230+8 hingga Km 234+5, maksimal kecepatannya 5 kilometer per jam.  Kereta api pertama yang lewat di ruas tersebut   adalah KA 92 Malabar relasi Bandung-Malang pada pukul 03.23 WIB.

“KA 92 Malabar yang tertahan di Stasiun Warungbandrek tercatat mengalami kelambatan selama 563 menit,” katanya. Berkenaan dengan kelambatan akibat hambatan infrastruktur tersebut,  PT KAI (Persero) akan memberikan service recovery untuk penumpang. Service recovery juga diberikan kepada penumpang KA-KA lain yang mengalami kelambatan lebih dari tiga jam.

Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api PT KAI (Persero) pada hari Jumat (24/11), pukul 02.35 WIB, selain KA 92 Malabar, tercatat enam kereta api lintas selatan dari arah barat yang mengalami kelambatan, yakni KA 112 Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabayagubeng-Malang yang tertahan di Stasiun Cibatu lambat 494 menit.

Selain itu, KA 182 Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar tertahan di Stasiun Karangsari lambat 435 menit, KA 82 Lodaya relasi Bandung-Solobalapan di Stasiun Leles lambat 353 menit, KA 50 Turangga relasi Bandung-Surabayagubeng di Stasiun Nagreg lambat 346 menit, KA 204 Kutojaya Selatan relasi Kiaracondong-Kutoarjo di Stasiun Cicalengka lambat 314 menit, dan KA 220 Serayu relasi Pasarsenen-Kiaracondong-Kroya-Purwokerto di Stasiun Rancaekek lambat 101 menit.

Sementara empat kereta api dari arah timur yang mengalami kelambatan, yakni KA 179 Pasundan relasi Surabayagubeng-Kiaracondong tertahan di Stasiun Cipeundeuy lambat 315 menit, KA 219 Serayu relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen di Stasiun Ciawi lambat 280 menit, KA 181 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong di Stasiun Tasikmalaya lambat 148 menit, dan KA 81 Lodaya relasi Solobalapan-Bandung di Stasiun Ciamis lambat 102 menit.

Longsor yang menutup jalur rel kereta api lintas selatan terjadi pada Rabu (22/11) malam di petak jalan Cipeundeuy-Bumiwaluya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Beberapa titik longsor di petak jalan Cipeundeuy-Bumiwaluya, yakni km 234+8 terdapat longsoran kecil di pinggir jalur menutupi kawat sinyal namun tidak menghalangi jalur KA, di km 234+3/4 terdapat longsoran kecil, di km 233+7/8 terdapat longsoran menutupi jalur, di km 233+0/1 petak terdapat longsoran menutupi jalur kurang lebih 10 meter, di km 231 petak terdapat longsoran menutupi jalur kurang lebih 40 meter, dan km 234+0/9 terdapat longsoran.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api lintas selatan sejak Rabu (22/11) malam hingga Kamis (23/11) siang dialihkan melalui jalur rel lintas utara dengan rute Kroya-Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung dan sebaliknya.

“Kami atas nama manajemen PT KAI (Persero) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang berdampak terhadap pelayanan pelanggan tersebut. Kami akan terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan kereta api,” kata Ixfan.

Leave a Reply