This post has already been read 11 times!

Jakarta, Monas — Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) meminta pemerintah untuk menginvestigasi, sebelum menunda penerapan mandatori biodiesel B30 seperti yang diusulkan Dewan Energi Nasional (DEN).

“Investigasi perlu dilakukan pemerintah untuk mengetahui kekurangannya sehingga bisa diperbaiki. Jangan cuma asal dengar-dengar saja terus langsung main tunda,” kata Direktur Eksekutif (GIMNI), Sahat Sinaga, kepada pers di Jakarta, Jumat (27/10/2017).

DEN seharusnya mendiskusikan lebih lanjut kepada industri sawit sebelum mengusulkan untuk menunda penerapan mandatori biodiesel B30.”Kita duduk dulu sama-sama baru sampaikan hasilnya,” katanya.

Sahat mengakui, saat ini penyerapan biodiesel B20 memang belum maksimal. Tapi hal tersebut juga tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda penerapan mandatori biodiesel B30 pada 2020. “Saat ini penyerapan baru 1,5 juta kiloliter. Tapi seharusnya pemerintah cari cara agar penyerapan bisa lebih maksimal. Jadi bukan cari-cari kesalahan saja,” ujar Sahat.

Sahat menambahkan, produsen dalam negeri akan kehilangan gairah untuk memproduksi biodiesel jika mandatori B30 ditunda.

“Bahkan bisa saja nanti ada yang menghentikan produksinya karena dianggap biodiesel ini tidak punya masa depan yang baik. Kami berharap, pemerintah konsisten dalam menjalankan mandatory biodiesel, kalau ada masalah kita selesaikan sama-sama,”  tandasnya seperti dikutip imq.