This post has already been read 3 times!

SABTU tanggal 12 November 2017, menjadi momen penting bagi pianis dan komponis asal Indonesia, Anada Sukarlan. Bersama empat alumni SMA Kalose Kanisius lainnya, Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma), Ananda menerima Penghargaan Kanisius 5.  Penghargaan tersebut merupakan kali pertama yang diberikan oleh perguruan, saat lembaga pendidikan itu tengah merayakan 90 tahun berdirinya  Kolese Kanisius.

Dalam acara yang digelar di JIFest dan dihadiri oleh ribuan aliumni Kanisius tersebut,  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diundang panitia. Ketika Anies menyampaikan pidatonya,  Ananda Sukarlan berdiri dari kursi VIP-nya dan walk out. Langkah itu diamnbil Ananda untuk menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pidato Anies. Aksi tersebut  kemudian diikuti oleh ratusan alumni dan para  hadirin lainnya. Publik menyambut dingin pidato Anies. Mungkin karena itu, begitu usai pidao, mantan menteri pendidikan itu pun meninggalkan temoat acara. Begitu para alumni, begitu Anien meninggalkan lokasi, mereka pun masuk kembali ke tempat upacara.

Pada sesi penyerahan penghargaan kepada 5 tokoh tersebut,  Ananda pun mendapat giliran bepidato selama 10 menit.   “Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai, serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun Anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan”, katanya.

Begitu turun panggung,  Ananda disalami dan mendapat pujian dari para nominator penerima penghargaan tsb, antara lain mantan menteri Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Pater E. Baskoro Poedjinoegroho S.J., Kepala SMA Kanisius.***

Categories: LIFE