Kelompok Kriminal Bersenjata Resahkan Warga Timika

Timika, Monasnews  – Lebih dari  1.000 warga perkampungan di sekitar Kota Tembagapura, Timika, perlu  dievakuasi, terkait aksi-aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Data kita jumlahnya sekitar 1.000-an orang baik warga Papua maupun non-Papua,” kata Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua AKBP Victor Dean Mackbon, Rabu di Papua.

Victor menjelaskan, para warga itu  terjebak di sejumlah perkampungan sekitar Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga Aroanop.

Selain masyarakat biasa yang bermukim di kampung-kampung itu, tidak sedikit dari mereka adalah  pendulang emas tradisional yang selama ini mencari  nafkah mencari  emas. Mereka mendirikan  gubuk-gubuk darurat di sepanjang bantaran Kali Kabur (Sungai Aijkwa) yang mengaliri material tailing atau sisa pasir tambang PT Freeport Indonesia ke wilayah dataran rendah Mimika.

Di antara mereka juga ada  yang berprofesi sebagai pedagang barang kebutuhan pokok. Mereka membangun kios-kios dagangan mulai dari Kampung Banti (dekat bekas Kantor Pos Polisi) hingga Kimbeli.

AKBP Victor menampik jika warga khususnya warga non Papua yang berprofesi sebagai pendulang maupun pedagang tersebut dijadikan sandera hidup oleh KKB untuk melakukan perlawanan terhadap aparat.

“Kalau dikatakan disandera tidak juga. Yang jelas mereka tidak diperbolehkan melintas ke Tembagapura. Para pendulang tetap beraktivitas seperti di area Longsoran, Batu Besar, dan Kimbeli. Cuma pergerakan mereka memang dibatasi oleh KKB. Bisa saja mereka mengalami intimidasi,” kata Victor.

Aparat keamanan bersama Pemkab Mimika berencana mengevakuasi ribuan warga dari perkampungan sekitar Tembagapura itu ke Kota Timika untuk memudahkan pengejaran KKB yang terus melakukan serangkaian aksi teror penembakan di sekitar Tembagapura dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa tempat telah disiapkan di Kota Timika guna menampung warga yang nantinya dievakuasi dari Tembagapura seperti Graha Eme Neme Yauware, Gedung Tongkonan dan Sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) di Jalan Budi Utomo Ujung.

“Ada beberapa tempat yang sudah kita siapkan sebagai alternatif untuk menampung warga yang akan dievakuasi dari Tembagapura. Kami harapkan semua pihak baik TNI-Polri maupun Pemda harus berperan untuk hadir di tengah masyarakat agar permasalahan ini segera bisa teratasi,” kata Victor.

Pada Senin (6/11), Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit melepas ratusan personel Brimob dan TNI yang bertugas melakukan penumpasan KKB di wilayah Tembagapura.

Pasukan yang tergabung dalam Satgas Operasi Terpadu Penanggulangan KKB Papuaitu berkekuatan empat satuan setingkat kompi (SSK), terdiri atas satu SSK Brimob Kelapa Dua,Bogor berkekuatan 100 orang ditambah tiga SSK personel TNI.

Mereka akan bergabung dengan pasukan TNI dan Polri lainnya yang sudah terlebih dahulu berada di Tembagapura.

 

Leave a Reply