KPK Panggil Dua Pejabat Garuda Indonesia

JAKARTA, Monasnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menanyai dua pejabat pembawa bendera Garuda Indonesia, sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan mantan direktur utama perusahaan Emirsyah Satar.

Kedua pejabat tersebut adalah Vice President Garuda Indonesia untuk Perencanaan Perusahaan, Setijo Awibowo, dan Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko, Achirina.

“Mereka akan ditanyai terkait dugaan ESA,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah,  Selasa (27/2/2018).

Emirsyah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus  penyuapan terkait pengadaan mesin Rolls-Royce di Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga telah menerima suap dalam bentuk transfer tunai dan aset yang diperkirakan bernilai lebih dari US $ 4 juta, setara dengan Rp 52 miliar, dari perusahaan Rolls-Royce yang berbasis di Inggris.

Selain Emir, KPK juga menetapkan pengusaha Soetikno Soedarjo sebagai tersangka. Soetikno adalah pemilik saham dari Connaught International Pte Ltd yang diduga berperan sebagai perantara dalam penyuapan.

KPK menduga penyuapan tersebut terkait dengan pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia selama periode 2005-2014. Diduga uang dan aset tersebut diberikan oleh Rolls-Royce kepada Emir dengan harapan perusahaan Inggris tersebut bisa menjadi pemasok mesin pesawat terbang untuk maskapai penerbangan nasional tersebut.***

Leave a Reply