This post has already been read 2 times!

DI SELA-SELA gencarnya propaganda dan ancaman pecahnya perang  di Korea Utara, seorang fotografer memberikan gambaran langka tentang kehidupan sehari-hari di negara bagian paria

Di luar dinasti Kim, yang telah memerintah Korea Utara selama hampir 70 tahun, program nuklir dan propaganda perang,  25 juta warga Korea tinggal di “kerajaan pertapa”, dan mereka menginginkan hal yang sama seperti orang lain: memberi anak-anak mereka pendidikan sebaik  mungkin; piknik di taman dan ruang hijau; menikmati mode dan pasar malam; menari, tertawa dan bergembira.

Jurnalis South China Morning Post, Ayesha Sitara mengaku, sejak  kunjungan pertamanya ke Korea Utara  pada tahun 2012, dia  telah kembali dalam beberapa kesempatan, setiap kali ada tempat tujuan baru untuk turis, atau ketika sebuah rencana wisata yang mencakup sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan atau taman sains (bukan situs revolusioner) telah diluncurkan. Perjalanan terakhir jurnslias ini  adalah pada bulan September laluj, beberapa hari sebelum Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenam.

Berikut ini beberapa foto hasil jepretannya:

 

Bermain basket di sebuah pelataran hotel di Pyong Yang.

 

 

Seorang pegawai menyiapkan senjata di sebuah markas yang berlokasi di kawasan air terjun Suyangsan, di dekat Haeju, Provinsi Hwanghae selatan, hanya orang Korea yang dapat mengakses tempat ini.
Kolam renang di Munsu Water Park di Pyong Yang

Categories: FOTO