Mengintip Bagaimana Kelelawar berbicara dengan Koloninya

SEBUAH riset yang dilakukan oleh Profesor Yossi Yovsi dari Departemen Zoologi di Universitas Tel Aviv, memberi gambaran bagaimana para kelelawar berkomunikasi dalam koloninya.

Para anak kelelawar ternyata memperoleh  aksen khusus dalam koloninya, berdasarkan dialek induk mereka.

Anda mungkin berpikir bahwa semua suara “kwik-kwik” kelelawar sama. Dugaan itu ternyata salah.  Anak kelelawar  yang baru lahir, ternyata telah  ditunjukkan tentang bagaimana  mendapatkan aksen yang spesifik dari  koloni mereka.

Menurut Prof Yovsi, yang melakukan penyelidikan  kelelawar  Mesir yang melahirkan di tiga koloni, ternyata memiliki akustik yang.

“Apa yang kami lakukan adalah kami mengikuti anak-anak kelelawar,   menyelidiki kesalahan mereka, ontogene vokal mereka selama setahun penuh, kami mencatatnya setiap beberapa bulan dan kami mengikuti dialek dan apa yang kami temukan adalah, bahwa setiap kelompok mengembangkan dialek yang dipengaruhi oleh apa yang mereka dengar. Jadi,  jika kita memiliki satu dialek yang memasukkan vokalisasi hi-pitch lebih banyak, kami menemukan bahwa anak-anak kelelawar ini, anak  yang terpapar dialek ini, setelah selesai tahun, menggunakan dialek yang serupa dengan yang mereka dengar, dengan vokalisasi hi-pitch yang lebih banyak. ”

Menurutnya, kelelawar meninggalkan aksen lidah ibunya, untuk bergabung dengan  vokalisasi dari keseluruhan koloni mereka.

Penemuan ini memberi inspirasi, tentang bagaimana   manusia memperoleh dialek berdasarkan daerah kita sendiri.**

Leave a Reply