This post has already been read 4 times!

LONDON, Monasnews – Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson  pada hari Minggu akan memulai kunjungan dua harinya ke Washington, dengan agenda isu kesepakatan nuklir Iran, Suriah dan Korea Utara, kata Kantor Luar Negeri.

Johnson akan bertemu Wakil Presiden AS Mike Pence, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan pemimpin kebijakan luar negeri Kongres.

“Pada begitu banyak kebijakan luar negeri di dunia yang menantang Inggris dan AS berada dalam posisi sepadan,” kata Johnson, menyoroti tanggapan bersama terhadap provokasi Rusia, Korea Utara dan Suriah.

“Mitra Inggris, AS, dan Eropa juga bersatu dalam upaya kami untuk mengatasi jenis perilaku Iran yang membuat kawasan Timur Tengah kurang aman – kegiatan dunia maya, dukungannya untuk kelompok-kelompok seperti Hizbullah, dan program rudalnya yang berbahaya,” kata dia menambahkan.

Inggris tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir yang ditandatangani Iran dengan kekuatan dunia pada tahun 2015, tetapi Presiden AS Donald Trump mengancam akan membatalkan perjanjian tersebut ketika muncul rencana  pembaruan pada 12 Mei, dengan menyebutnya sebagai “gila”.

Inggris, Perancis dan Jerman – tiga negara Eropa yang menandatangani kesepakatan – telah berulang kali mencoba membujuk Trump untuk tidak meninggalkannya kesepakatan nuklir tersebut. ***