This post has already been read 19 times!

NEW YORK, Monasnews — Lima perusahaan eksplorasi, produksi, dan penyulingan minyak utama, menghadapi tuntutan hukum di kota New York, atas tuduhan bahwa mereka berkontribusi terhadap pemanasan global, demikian dilaporkan oleh Orlando Sentinel.

Walikota Bill de Blasio mengatakan, bahwa tuntutan tersebut merupakan upaya untuk memulihkan dana yang telah digunakan kota untuk mempertahankan dampak perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan perminyakan kenamaan, BP, Chevron, ConocoPhillips, ExxonMobil dan Royal Dutch Shell masuk dalam daftar  nama pihak yang digugat.

New York City  baru-baru ini juga mengumumkan rencana untuk menghapus dana pensiunnya dari investasi di sektor bahan bakar fosil.

New York juga meningkatkan hambatan masuk terhadap perusahaan bahan bakar fosil. Sejak mantan gubernur David Paterson memperkenalkan moratorium mengenai fracking di New York pada tahun 2010, kota  tersebut telah menjadi pioner  untuk menuju energi terbarukan. Pengganti Peterson, Andrew Cuomo, juga melarang hal yang sama pada tahun 2014. Pada tahun 2016, dia memblokir pembangunan pipa Konstitusi yang akan memindahkan gas alam dari Pennsylvania ke bagian utara New York dan New England.

Antara tahun 2010 dan 2015, produksi gas alam di New York turun 50 persen, mengakibatkan kerugian pekerjaan, penurunan royalti untuk pemilik lahan, dan pendapatan yang lebih rendah untuk pemerintah daerah.

New York saat ini menerima sebagian besar energinya dari pembangkit listrik berbahan bakar gas, data dari Administrasi Informasi Energi menunjukkan. Sementara kontribusi pembangkit listrik petroleum dapat diabaikan, nuklir adalah sumber pembangkit energi terbesar kedua di negara bagian, diikuti oleh pembangkit listrik tenaga air.