Pensiun dari menteri, Rachmat Gobel jualan kue Doraemon di Senayan City

NAMA besar Rachmat Gobel melekat dengan industri elektronika, seperti televisi, radio, telepon dan lainnya. Pada awal kebangkitan ekonomi Indonesia di masa Orde Baru, orang mengenal radio bermerek National Gobel, yang kini mereknya berubah menjadi Panasonic.

Rupanya, Rachmat kini juga tertarik  terjun di industri makanan dan minuman. Rachmat pun menggandeng jawara urusan makanan di Jepang,  produsen kue dan roti  Chateraise. Produk Chateraise itu  kini mulai masuk pasar Indonesia. Menurut Rachmat, tujuan jangka panjang bisnisnya ini tak lain adalah   membangun industri makanan berkualitas untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

“Ini baru awal. Mimpi besar saya membangun industri makanan dan minuman yang berkualitas bersama Chateraise, menggunakan bahan baku hasil produksi petani kita, dan ekspor,” kata Duta Investasi Presiden untuk wilayah Jepang itu, di Jakarta, Jumat.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela pembukaan gerai pertama Chateraise di Indonesia, yang berlokasi  di Senayan City, Jakarta, Rachmat menjelaskan dirinya  tertarik bekerjasama dengan Chateraise, karena memiliki filosofi bisnis yang sesuai dengan falsafah bisnis Kelompok Usaha Gobel, yaitu membangun usaha dengan memberdayakan potensi bahan baku lokal dari petani.

“Kita memiliki banyak bahan baku lokal, hasil pertanian yang bisa menjadi bahan baku kue dan roti Chateraise, seperti coklat, vanila, mangga, strawberry, dan lain-lain,” ujar mantan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Industri itu.  Menurutnya,  saat ini semua produk yang dipasarkan di Senayan City masih impor. Namun pada beberapa kue yang ada hiasan di atasnya mulai menggunakan buah-buahan dari Indonesia seperti mangga dan strawberry.

“Untuk minuman, kami menggunakan kopi dari Indonesia,” ujar Rachmat gobel yang menggandeng teman-temannya untuk membentuk perusahaan patungan PT Chateraise Gobel Indonesia.

Pada perusahaan tersebut Rachmat Gobel bersama dengan teman-temannya memiliki saham 40 persen, sedangkan Chateraise Holding Co Ltd sebesar 60 persen.

 

President dan CEO Chateraise Holdings Co Ltd, Hiroshi Saito, yang khusus datang ke Jakarta untuk membuka gerai pertama di Indonesia itu, mengatakan pihaknya dalam dua tahun terakhir telah membuka 50 gerai di mancanegara. Selain Indonesia, Chateraise telah memiliki 21 gerai di Sinagpura, empat gerai di taiwan, empat di Malaysia, 13 di China, dan dua di Korea, serta masing-masing satu gerai di Uni Emirat Arab dan Thailand.

“Saya sangat senang ada gerai Chateraise di Jakarta, karena berarti akan semakin banyak masyarakat Indonesia suka dengan kue-kue Jepang,” katanya.

Gerai Chateraise di Senayan City, yang merupakan gerai pertama di Indonesia.

Ia pun menyatakan kesediaannya untuk menggunakan bahan baku lokal, mengingat Indonesia juga memiliki hasil pertanian yang dibutuhkan untuk membuat kue seperti biji kakao dan vanila, di samping bahan baku pertanian lainnya.

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.

Ada 50 jenis makanan yang dijajakan di gerai Chateraise ke-50 di luar Jepang itu, antara lain kue tart, kue dalam bentuk potongan, roti, kue sus, dan kue dorayaki yang dikenal konsumen Indonesia dengan kue “Daraemon.”

Kekhasan yang menjadi keistimewaan kue-kue Chateraise adalah adalah rasa creamnya yang segar. Hal itu, menurut Rachmat yang pernah tinggal lama di Jepang, karena bahan baku kue tersebut berasal dari bahan baku berkualitas tinggi hasil peternak sapi dan ayam di propinsi Yamanashi, Jepang, serta air yang berasal dari mata air alami Hakushu di kaki Gunung Fuji.

Leave a Reply