This post has already been read 5 times!

JAKARTA, Monasnews –  Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz menegaskan, pihaknya tidak akan pernah mau menerima tawaran islah dari kubu Muhammad Romahurmuziy (Romiy), sepanjang konsepnya hanya menempatkan kubunya  seperti pengemis.

“Satu milimeter pun kita tidak akan mundur, sampai titik darah penghabisan jiwa raga saya ini akan saya abdikan untuk partai ini (PPP). Ishlah kalau hanya kita ibarat punya mobil hanya jadi tukang cucinya, tukang lap mobilnya, itu bukan  ishlah namanya tapi merendahkan kita,” tegas Djan dalam pidatonya di Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Nasional di kantor DPP PPP jalan Talang Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Djan meminta seluruh  kadernya tetap istiqomah melawan kedzhaliman yang menimpa partai. “Kalau kita mau berpuasa dan istiqhamah insya Allah kita akan mendapat rahmat dari Allah. Jangan kita menggadaikan kehormatan partai hanya demi materi. Semua itu tidak akan kita bawa mati. Ingat, PDIP dulu di dzhalimi penguasa tapi mereka karena istiqhamah dan solid akhirnya mereka jadi pemenang. Kita pun harus seperti itu,” tandasnya.

Djan menyatakan, pihaknya sangat menyesalkan,  partai Islam berlambang  Ka’bah itu, kini  dibawa kearah yang jauh dari nilai-nilai atau spirit keisalaman yang sesungguhnya merupakan ruh PPP.

“Hanya karena demi dapat SK, mereka rela partai kita diacak-acak oleh orang yang notabenenya bukan orang islam (Menkumham – Red). Untuk itu, kita harus tunjukkan, bahwa kita adalah kader PPP yang masih tetap menjaga marwah dan martabat PPP,” tegasnya.

Categories: NASIONAL SOSPOL