This post has already been read 9 times!

JAKARTA, Monasnews – Dalam kunjungannya ke kampus Universitas Indonesia, Presiden Joko Widodo, kena semprit Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI. Jokowi di-kartu kuning.

“Kartu kuning” itu  ditujukan kepada Presiden sesaat setelah Jokowi menyampaikan pidato pada acara Dies Natalis ke-68 UI pada Jumat.

Kronologi singkatnya begini. Setelah Presiden mengakhiri sambutannya dalam dies natalis tersebut,   sesi selanjutnya sebenarnya adalah  foto bersama Presiden dengan rektor UI Muhammad Anis yang akan dilanjutkan dengan meresmikan Forum Kebangsaan. Tetapi, tiba-tiba seorang pria yang mengenakan batik lengan panjang,  meniupkan peluit dan mengacungkan buku berwarna kuning.

Apa yang dilakukan seperti wasit dalam pertandingan sepakbola, saat memberikan peringatan atas kesalahan pemain. Prit…., lantas kartu kuning diangkat, sebagai tanda terjadi pelanggaran yang harus mendapat peringatan keras. Melihat aksi orang tersebut, anggota Pasukan Pengamanan Presiden langsung menggiring keluar pria tersebut.

Ternyata, orang yang melakukan aksi itu  adalah Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa. Dia mengacungkan  buku kuning sebagai isyarat “kartu kuning” untuk Jokowi.

“Terhadap aksi ini Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP.

“Sebenarnya sudah dijadwalkan Presiden menerima Ketua BEM selepas acara, karena katanya ada yang ingin disampaikan dari BEM UI kepada Presiden. Tapi, tiba-tiba saat acara di dalam, ada mahasiswa yang mengacungkan buku berwarna kuning.”

“Agenda Presiden bertemu BEM UI itu batal karena aksi tersebut,” ungkap Johan. Johan mengatakan bahwa menurut penjelasan yang ia peroleh, buku kuning yang diacungkan Zaadit adalah buku lagu-lagu yang dinyanyikan saat acara Dies Natalis tersebut.

Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan bahwa sikap Zaadit itu adalah aspirasi mahasiswa dan bukan sikap UI.

“Dapat kami sampaikan, aksi tersebut adalah murni aspirasi pribadi mahasiswa yang bersangkutan dan ke depan, kami berharap setiap sivitas akademika UI diperkenankan menyampaikan pendapatnya namun tetap menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” kata Rifelly.

Categories: NASIONAL