This post has already been read 2 times!

WASHINGTON, Monasnews – Pemerintah Amerika Serikat  akan mengenakan tarif impor untuk baja dan alumunium masing-masing 25% dan 10%. Langkah itu diperkirakan akan membuat  gejolak di kalangan  negara-negara eksportir  baja dan alumuniun ke  Amerika.

Presiden Donald Trump menyatakan, kebijakan itu  untuk melindungi keamanan nasional Amerika  dari tekanan  para eksekutif industri logam.

Tarif sebesar  sebesar 25% (baja) dan 10% (alumunium) itu akan dikenakan dalam jangka waktu yang sangat panjang.  Namun Trump tidak menjabarkan secara detail mengenai kebijakan itu, termasuk apakah ada produk atau negara yang akan diberi pengecualian.

“Kami akan menandatangani [keputusan pemberlakuan tarif] pekan depan dan kalian akan mendapatkan perlindungan untuk pertama kalinya untuk waktu yang lama,” kata Trump, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (2/2/2018).

Pernyataan Trump tersebut menyeret indeks S&P 500 ke sesi rendah sementara saham Paman Sam untuk perusahaan yang mengonsumsi logam, seperti Ford Motor Co. jatuh dan imbal hasil Tresuri AS naik karena reaksi dari investor. Hal ini sedikit berbeda untuk para produsen baja di Korea Selatan dan Jepang, yang terpukul sejak perdagangan Jumat (2/2/2018) pagi ini.

Adapun, pengumuman pengenaan tarif tersebut dilakukan tepat ketika penasihat ekonomi terbaik Presiden China Xi Jinping, Liu He, dijadwalkan bertemu dengan tim ekonom senior Trump, yang terdiri dari penasihat ekonomi Gedung Putih Gary Cohn, Wakil Perdaganngan AS Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, di Washington.

Kedatangan Liu He itu juga untuk membicarakan kekhawatiran China terhadap kebijakan tarif Paman Sam.

Orlik, Chief Asia Economist dari Bloomberg, menyatakan total ekspor baja dan alumunium China sebanding dengan 0,5% produk domestik bruto (PDB) Negeri Panda, kebanyakan dari ekspor itu adalah komoditas baja.

“Secara relatif, ada ketakutan terhadap retorika Trump, yang mengancam lebih dari 45% tarif untuk impor dari China. Perhitungan seperti ini sangat terbatas,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Trump telah mempertimbangkan beberapa plihan untuk mengekang impor baja dan alumunium setelah Departemen Perdaganan AS memutuskan bahwa dua komoditas tersebut mengancam keamanan nasional Paman Sam.

Hal itu juga membuat kesal beberapa sekutu Negeri Paman Sam, termasuk Jepang dengan Menteri Perdagangan Hiroshige Seko mengatakan bahwa Negeri Sakura merupakan sekutu AS dan impor dari Jepang tidak akan mengganggu keamanan nasional AS.

“Saya akan membicarakannya dengan AS ketika ada kesempatan,” katanya kepada reporter di Tokyo pada Jumat (2/3/2018).

Sementara itu, Kanada yang merupakan pemasok baja terbesar untuk AS mengatakan bahwa peraturan itu tidak dapat diterima. Sedangkan Uni Eropa telah menyatakan akan memperlihatkan reaksinya melalui keluhan yang akan diajukan ke Organisasi Dagang Dunia (World Trade Organization/WTO) dalam beberapa hari kedepan.

Trump menyebutkan bahwa keputusan tersebut memperlihatkan adanya ketidakadilan yang diterima AS selama bertahun-tahun sehingga sekaranglah waktunya untuk lebih memudahkan perusahaan AS agar bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja. (Bloomberg)

Categories: INDUSTRI