This post has already been read 6 times!

Kementerian BUMN menargetkan proyek  kereta cepat Jakarta-Bandung tuntas pada akhir tahun 2020.

Sejauh ini,  konstruksi tunnel (terowongan) sudah berjalan di wilayah Walini di Bandung Barat dan wilayah Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tahapan selanjutnya setelah pembangunan tunnel dan elevated adalah instalasi track, sistem persinyalan dan telekomunikasi. Tahap instalasi ditargetkan bisa terlaksana pada pertengahan 2020 dan rampung pada akhir 2020.

Guna memastikan pengerjaan proyek tersebut, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, melakukan peninjauan ke lokasi Tunnel Walini di Bandung Barat, Rabu (21/03).

Menurut Rini, wilayah Walini dan Halim Perdanakusuma tersebut termasuk dalam bagian titik strategis dari keseluruhan proses pembangunan proyek kereta cepat. Pembangunan tunnel dilakukan lebih dulu lantaran proses konstruksinya membutuhkan waktu.

“Dititik lainnya juga sudah dimulai pengerjaan rel layang (elevated),” kata Rini, melalui siaran pers yang diterima Rabu (21/3).

Kereta dengan kecepatan 350 Km per jam ini akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 45 menit. Kereta ini akan dilengkapi empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar.

“Jalur kereta cepat juga tidak menggunakan jalur rel yang sudah ada, melainkan dibuat jalur rel baru yang sesuai dengan spesifikasi kereta cepat,” ujarnya.

Rini berharap kehadiran kereta cepat mampu memberikan pilihan moda transportasi masyarakat dengan menghemat waktu tempuh, efisiensi serta memberikan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kehadiran kereta cepat bisa menjadi upaya menumbuhkan ekonomi di sepanjang koridor Jakarta Bandung melalui penciptaan sentra ekonomi baru baik di sektor usaha kecil menengah maupun ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kereta cepat Jakarta-Bandung ini merupakan awal dari pembangunan kereta cepat yang secara jangka panjang ditargetkan bisa beroperasi juga di daerah lainnya. Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dipilih untuk dilaksanakan terlebih dahulu lantaran dinilai paling siap dari sisi lahan, sisi bisnis, dan kelayakan secara keseluruhan.

Menurut dia, proyek kereta api cepat juga dapat membawa banyak manfaat, seperti penciptaan lapangan. Selain itu, pemerintah mewajibkan untuk memaksimalkan konten lokal mulai dari tenaga kerja, komponen konstruksi hingga barang dan jasa.

Di sisi lain, kehadiran kereta cepat Jakarta Bandung juga dapat meningkatkan penerimaan pajak negara. “Yang tak kalah penting juga, proyek dengan investasi besar ini sama sekali tidak menggunakan APBN. Tapi lewat pinjaman B to B dengan bunga rendah,” tambah Rini.