PT Krakatau Steel Siapkan Belanja Modal Rp8,165 Triliun

CILEGON, BANTEN, Monasnews – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sepanjang tahun 2018 ini sebesar US$600 juta atau setara dengan Rp8,165 triliun (kurs Rp13.609 per dollar AS).

“Dana capex akan digunakan untuk melanjutkan berbagai proyek yang sedang dikerjakan oleh perseroan,” kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, saat dijumpai IMQ21 di kantor pusat KS, Cilegon, Senin (12/2/2018). Untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tersebut, Setiyadi belum dapat memerinci sumber pendanaannya.

Adapun beberapa proyek yang tengah dikerjakan meliputi pembangunan blast furnace (tungku peleburan), pabrik yang memproses slab menjadi lembaran atau yang dikenal dengan hot strip mill 2, serta pabrik baja dingin.

Untuk proyek blast furnace, ia menerangkan bahwa pekerjaan proyek ini mengalami kendala. Semula, kontraktor proyek adalah MCC-CERI menjanjikan pekerjaan dapat rampung pada 2016, namun belum terwujud.

“Oleh sebab itu, kami mengirimkan surat ke MCC-CERI dan pemerintah China agar segera menyelesaikan pembangunan proyek. Target kami, April ini sudah rampung,” tegasnya.

Selain berbagai proyek tersebut, KS juga memiliki pabrik baja slab dan billet. Namun, diakuinya, kedua pabrik ini sudah tidak beroperasi beberapa tahun lalu karena harga gas dan listrik yang mahal.

“Semakin banyak pabrik ini berproduksi, maka semakin rugi kita. Pada Agustus 2017, kami memutuskan apakah mengaktifkan kembali pabrik baja billet atau slab. Keputusan kami adalah billet, namun operasionalnya kami batasi agar rugi tidak besar dan operasionalnya menggunakan bahan baku slab,” paparnya.

Ia melanjutkan, KS mencanangkan perolehan laba selama 2018, dengan target US$28 juta. Adapun asumsi rencana pencapaian adalah harga baja lembaran panas sekitar US$640 per ton, baja lembaran dingin US$720 per ton, serta batang kawat US$680 per ton.

Leave a Reply