This post has already been read 3 times!

JAKARTA, MonasNews – Memasuki tahun politik, pertumbuhan investasi di Indonesia tetap menunjukkan kegairahannya dimana pada kwartal pertama (Q-1) tahun 2018 tumbuh 11,8%.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi dari dalam dan luar negeri pada Q-1 tahun ini nilainya mencapai  Rp185,3 triliun, meningkat 11,8% dari periode yang sama tahun 2017 lalu Rp165,8 triliun.

Rinciannya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp76,4 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp108,9 triliun.

Kepala BKPM, Thomas T. Lembong mengatakan,  realisasi investasi pada Q-1 tersebut memberikan harapan bagi pencapaian target investasi tahun 2018 yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp765 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada level 5,4%.

“Kuartal I setiap tahun selalu lemah. Itu hanya efek seasonal memang secara irama bisnis selalu lemah jadi tidak perlu prihatin soal itu,” kata Thomas, Senin (30/4/2018) seperti dikutip Bisnis.

BKPM juga mencatat penciptaan lapangan pekerjaan dari realisasi investasi baik dari PMA dan PMDN pada kuartal I/2018 sebesar 201.239 tenaga kerja. Perinciannya, PMDN mencetak sebanyak 103.982 pekerja dan PMA sebanyak 97.257 pekerja.

Adapun, lima sektor usaha yg diminati baik dalam PMA dan PMDN antara lain perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp27,6 triliun; industri logam, mesin, dan elektronik Rp22,7 triliun; listrik, gas dan air Rp19,3 triliun; tanaman pangan dan perkebunan Rp17,9 triliun; serta transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp14,7 triliun.

Sementara itu, lima negara asal PMA terbesar masih didominasi oleh Singapura US$2,6 miliar, Jepang US$1,4 miliar, Korea Selatan US$0,9 miliar, China US$0,7 miliar dan Hong Kong US$0,5 miliar.

Pemerintah tetap optimistis dapat menggalang target investasi langsung sebesar Rp765 triliun tahun ini atau tumbuh 12,7% dari target 2017 yang Rp678,8 triliun dengan menyiapkan strategi untuk mencapai target tersebut.

Pertama, mengacu pada kelanjutan proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan laut dan bandar udara serta pembangkit tenaga listrik yang sangat penting artinya dalam menurunkan biaya logistik untuk peningkatan daya saing produk barang dan jasa Indonesia.

Kedua, pemerintah akan tetap melanjutkan memastikan program kebijakan deregulasi berjalan sesuai dengan rencana memudahkan, menyederhanakan, memberikan kepastian, menciptakan transparansi percepatan perizinan berusaha baik di pusat maupun di daerah.

Ketiga, BKPM akan meningkatkan kompentensi, kualitas, dan profesionalisme aparatur pelayanan investasi, termasuk dalam hal ini penggunaan teknologi informasi, baik di pusat dan daerah sehingga perizinan berusaha dapat diperoleh pengusaha mudah dan ada kepastian waktu.

Keempat, BKPM akan memastikan berbagai kementerian/lembaga (K/L) terkait investasi di pusat dan daerah cepat tanggap dalam memfasilitasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh investor yang ingin merealisasikan rencana inveatasinya di Indonesia.

Kelima, BKPM terus melakukan promosi investasi yang lebih terfokus pada bidang usaha yang diprioritaskan terutama yang memberikan nilai tambah tinggi.

Categories: SPORT