This post has already been read 4 times!

Gaza, Monasnews — Seorang remaja Palestina meninggal pada hari Minggu (24/12/2017), sembilan hari setelah terluka akibat tembakan tentara Israel saat dia ikut berdemonstrasi di Gaza menyusul  pengakuan A.S. terhadap  Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata pejabat Kementerian Kesehatan Palestina.

Mohammad Sami al-Dahdouh, 19, dari Kota Gaza ditembak pada 15 Desember dalam sebuah demonstrasi di perbatasan Israel, kata uru bicara Kementerian Ashraf al-Qudra.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, kematian Dahdouh membawa 15 jumlah orang Palestina terbunuh sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 6 Desember, bahwa dia akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan A.S. dari Tel Aviv.

Di antara warga Gaza yang tewas dalam bentrokan 15 Desember adalah Ibrahim Abu Thurayeh, yang telah kehilangan kakinya dalam serangan Israel satu dekade yang lalu.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa seorang bocah berusia 29 tahun ditembak di kepala oleh seorang penembak jitu, dengan kepala hak asasi manusia U.N mengatakan bahwa dia “benar-benar terkejut” atas kematian Abu Thurayeh, menuntut sebuah “penyelidikan yang independen dan tidak memihak”.

Pada 18 Desember, tentara Israel mengatakan bahwa mereka melakukan penyelidikan, yang menurutnya “tidak mungkin untuk menentukan apakah Abu Thurayeh terluka sebagai akibat dari cara penyebaran kerusuhan atau apa yang menyebabkan kematiannya”.

“Tidak ada tembakan langsung yang ditujukan pada Abu Thurayeh,” kata tentara tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Sabtu, kepala COGAT, unit kementerian pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas kegiatan di wilayah Palestina, menegaskan bahwa “tidak ada dasar untuk laporan palsu bahwa seorang penembak jitu sengaja menargetkan Abu Thurayeh”.

Mayjen Yoav Mordechai juga menulis dalam sebuah posting Facebook dalam bahasa Arab, bahwa dia telah meminta Palang Merah Internasional untuk memberikan semua informasi tentang evakuasi dan perlakuan Abu Thurayeh.

“Ada terlalu banyak tanda tanya seputar kematian Abu Thurayeh,” tulis Mordechai. “Mari kita hentikan desas-desus, kebesaran dan kebohongan.”

Pada hari Kamis, Majelis Umum U.N dengan luar biasa mengeluarkan sebuah resolusi terhadap keputusan Trump dengan 128-9 suara.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah yang abadi, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka.

Categories: GLOBAL