RS Mitra Keluarga Kalideres; Habis sanksi, terbitlah direksi baru

Jakarta, Monasnews — 

Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres memperkenalkan direktur barunya yakni dokter Jocelyn Adrianto menggantikan dokter Francisca Dewi.
“Sebagai bentuk kepatuhan dan komitmen terhadap regulasi yang berlaku, kami telah menjalankan salah satu sanksi yang diberikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yaitu merestrukturisasi manajemen RS Keluarga Kalideres,” kata Juru Bicara RS Mitra Keluarga Kalideres dokter Nurvantina Pandina di Jakarta, Selasa.
Nia, panggilan akrab Nurvantina, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan perubahan struktur manajemen ini kepada Dinas Kesehatan DKI jakarta.
Menurut Nia, Jocelyn memiliki latar belakang pendidikan administrasi rumah sakit dan berpengalaman sebagai direktur di rumah sakit swasta yang terakreditasi dan telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Dengan latar belakang dan pengalamannya dalam hal administrasi dan manajemen rumah sakit, kami nilai dr Jocelyn layak mengisi jabatan ini. Dengan restrukturisasi manajemen ini, kami berharap RS Mitra Keluarga Kalideres dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutur Nia.
Restrukturisasi tersebut juga mencakup penunjukkan MY Sriyanti sebagai Manajer Keperawatan menggantikan Ignatia M Shanti dan dokter Dina Hanum sebagai Manajer Marketing and Customer Management menggantikan Nilo Rita.
Nama-nama yang digantikan, lanjut Nia, masih bekerja di RS Mitra Keluarga berbagai daerah dan sisanya ditarik ke kantor pusat PT Ragamsehat Multifita yang menaungi RS Mitra Keluarga.
“Tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kita kan ada chain, jadi kita tempatkan di berbagai cabang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Ragam Sehat Multifta yang membawahi RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.
Sanksi administratif itu dijatuhkan berdasarkan lima kesimpulan audit medis dan audit manajemen terhadap kasus meninggalnya bayi Debora.
Adapaun audit medis dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta sedangkan audit manajemen dilakukan tim investigasi audit manajemen Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Leave a Reply