Saham Amazon terkoreksi, Wall Street turun

BURSA saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (28/3/2018),  dipicu oleh terkoreksinya secara tajam  saham Amazon dan masih berlanjutnya kemerosotan saham-saham di sektor teknologi.

Penurunan tersebut  tertahan untuk tidak terlampau dalam, karena tertahan oleh kinerja saham-saham di sektor konsumer dan kesehatan.

Ketiga indeks utama AS ditutup di wilayah merah menyusul aksi jual saham teknologi pada akhir sesi perdagangan sebelumnya.

“Orang-orang akan mengharapkan apa yang terjadi mengingat jenis volatilitas yang terjadi serta fakta minimnya berita penggerak sebelum musim laporan kinerja emiten,” ungkap Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services, seperti dikutip Reuters.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 9,29 poin atau 0,04% ke 23.848,42, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 7,62 poin atau 0,29% ke posisi 2.605 dan Nasdaq Composite melemah 59,58 poin atau 0,85% 0ke 6.949,23.

Peritel online Amazon.com turun 6,7% dan kehilangan lebih dari US$ 53 miliar nilai pasar setelah laporan bahwa Presiden Donald Trump mengindikasikan dia ingin mengendalikan perusahaan. Namun, Amazon mampu memperkecil pelemahan dan ditutup turun 4,4%.

Saham produsen mobil Tesla merosot 7,7%, menyusul penurunan peringkat kredit dan berita bahwa para otoritas sedang menyelidiki kecelakaan dan kebakaran fatal di California.

Di sisi lain, sektor konsumer, real estat, telekomunikasi, dan perawatan kesehatan berakhir menguat.

Sektor energi membukukan kerugian terbesar dari 11 sektor pada indeks S&P, berakhir 1,99% lebih rendah karena harga minyak mentah jatuh setelah data menunjukkan kejutan kenaikan cadangan minyak di AS.

Pasar juga mengabaikan laporan dari Departemen Perdagangan AS bahwa ekonomi AS melambat lebih rendah daripada yang dilaporkan sebelumnya pada kuartal keempat karena belanja konsumen tumbuh pada laju kuartalan tercepat dalam tiga tahun.

PDB tumbuh pada tingkat tahunan 2,9% dalam tiga bulan terakhir 2017, di atas 2,5% yang dilaporkan sebelumnya.

Data ekonomi yang kuat dapat mengundang pendekatan yang lebih hawkish oleh AS Federal Reserve tahun ini terkait dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

 

Leave a Reply