Saksi akui rutin setor "fee" proyek ke Rita Widyasari

PRAKTIK gratifikasi dalam bentuk pemberian “fee” proyek kepada Bupati  Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari, kian terang benderang terbuka dalam sidang lanjutan  perkara yang digelar Selasa (3/4/2018).

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini menggelar kelanjutan perkara yang melilit bupati yang pernah menggelar konser musisi kelas dunia tersebut di kotanya. Pada sidang kali ini, pengadilan meminta keterangan saksi Ichsan Suaidi, Direktur Utama PT Citra Gading Asritama. Menurut Ichsan,  jamak bagi dirinya yang seorang  pengusaha  memberikan  uang kepada bupati, supaya dirinya tetap  bisa mendapatkan jatah pengerjaan proyek pembangunan di daerah Kutai Kertanegara.

“Saya memberikannya  kepada bupati melalui Khairudin, dengan persentase 13,5% dari total nilai proyek. Kami khawatir tidak mendapatkan pekerjaan proyek jika uang tidak diberikan,” ujarnya menjawab pertanyaan  majelis hakim.

Menurut dia,  sepanjang pengusaha sanggup memberikan uang kepada bupati, wakil rakyat setempat dan kepala dinas, maka pengusaha seperti dirinya, pasti akan tetap mendapatkan jatah proyek pembangunan infrastruktur.

Ichsan mengaku,  PT Citra Gading Asritama pernah mendapatkan proyek pembangunan rumah saki, jalan Tabang, dan pembangunan SMA 3 Tenggarong. Selain itu juga mendapat pekerjaan “proyek  semenisasi” Kota Bangun Liang Iliur dan jalan Kembang Janggut.

Bupati Kutai Kertanegara ditetapkan sebagai tersangka, setelah komisi anti rasuah itu menenuman bukti-bukti yang kuat.  Rita  bersama-sama Khairudin, diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yakni uang sebesar US$775.000 atau setara Rp6,9 miliar. Gratifikasi ini berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

KPK menjerat Rita dalam statusnya sebagai tersangka penerima suap dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) No.31/1999 yang diperbaharui dalam UU No.20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

 

Leave a Reply