Sel intelijen Irak mengatakan Baghdadi terluka parah, tidak bisa bergerak tanpa bantuan

BAGHDAD, Monasnews –   Pemimpin tertinggi negara Islam (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi terluka parah sehingga dia lumpuh, kata sel Intelligent Kementerian Dalam Negeri Irak, pada hari Senin.

“Abu Bakr al-Baghdadi terluka dalam salah satu operasi kami di bulan Juli tahun lalu. Dia langsung terluka sehingga dibawa ke rumah sakit. Dia masih menderita luka, ” Abu Ali al-Basri, kepala sel intelijen, mengatakan kepada Alghad Press.

“Cedera itu disebabkan oleh serangan udara Rusia yang menargetkan sebuah pertemuan untuk Baghdadi di Suriah,” tambahnya. “Kami memiliki semua rincian dan informasi tentang luka serta kondisi kesehatannya. Namun, mengungkapkan rinciannya akan berdampak negatif pada kita. ”

Baghdadi, menurut Basri, mungkin tidak meninggal karena cederanya, bagaimanapun, kondisi kesehatannya tidak memungkinkannya menjadi pemimpin seperti sebelumnya. Dia nyaris tidak bergerak tanpa bantuan.

Pekan lalu, laporan berita menyebutkan bahwa Baghdadi termasuk dalam daftar baru 60 orang yang dicari oleh otoritas keamanan Irak karena tuduhan terkait terorisme.

Agensi Rusia Sputnik mengutip, pada bulan Januari, beberapa ahli dalam urusan kelompok Islam mengatakan bahwa Baghdadi kemungkinan berada di Afrika, menjadi tempat teraman untuk kelompok militan tersebut.

Pada bulan Oktober, Pentagon mengatakan bahwa Baghdadi masih hidup.

Leave a Reply