This post has already been read 6 times!

CEO  Facebook Mark Zuckerberg memasang  iklan satu halaman penuh di hampir semua surat kabar nasional Inggris, Minggu, untuk meminta maaf atas skandal privasi data yang sangat besar.

We have a responsibility to protect your information. If we can’t we don’t deserve it,” demikian iklan yang termuat di halaman belakang koran-koran di Inggris.

 

Iklan permohonan maaf Facebook di koran Inggris, The Observer, sebagaimana terlihat di lapak koran di London, Inggris, pada 25 Maret 2018. FOTO: EPA-EFE

 

 

 

“Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi informasi Anda. Jika kami tidak bisa, kami tidak layak mendapatkannya,” begitulah cara Facebook minta maaf.

Zuckerberg menjelaskan bahwa skandal itu bermula dari  jajak tanya alias “kuis” yang dikembangkan oleh seorang peneliti universitas, yang dengan bekal itu pihak tersebut kemudian membocorkan data jutaan orang pengguna Facebook pada tahun 2014″.

“Ini adalah pelanggaran privasi,   dan saya menyesal kami tidak melakukan lebih banyak pada saat itu. Kami sekarang mengambil langkah untuk memastikan ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Pernyataan itu mencerminkan pernyataan publik yang dibuat Zuckerberg minggu lalu setelah hal itu  mendorong penyelidikan pihak berwajib di Eropa dan Amerika Serikat, dan menyebabkan  harga saham Facebook jatuh.

Zuckerberg mengulangi bahwa Facebook telah mengubah aturan sehingga tidak ada pelanggaran data yang bisa terjadi lagi.

“Kami juga sedang menyelidiki setiap aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data sebelum kami memperbaiki ini. Kami berharap ada yang lain,” tulisnya.

“Dan ketika kami menemukannya, kami akan melarang mereka dan memberi tahu semua orang yang terkena dampak.”

Dalam iklan Facebook tersebut tidak ada penyebutan perusahaan Inggris yang dituduh menggunakan data, Cambridge Analytica, yang bekerja pada kampanye Presiden AS Donald Trump 2016.

Iklan itu  juga telah menyalahkan peneliti Universitas Cambridge, Alexsandr Kogan, atas potensi pelanggaran aturan data.

Kogan membuat aplikasi kuis gaya hidup untuk Facebook yang diunduh oleh 270.000 orang, tetapi memungkinkan akses ke puluhan juta kontak mereka.

Facebook mengatakan Kogan menyerahkan data yang diperolehnya  ke Cambridge Analytica tanpa sepengetahuan Facebook. Kogan sendiri mengatakan, bahwa dirinya dijadikan kambing hitam.

 

Categories: E-CORP MEDIA