This post has already been read 4 times!

JAKARTA, Monasnews – Perusahaan pelayaran berbasis di Indonesia, Soechi Lines menyisihkan antara USD $ 30 juta dan USD $ 50 juta untuk membeli kapal tanker pada tahun 2018. Paula Marlina, Sekretaris Perusahaan di Soechi Lines, mengatakan bahwa jenis kapal tanker yang tepat bergantung pada pesanan pelanggan yang masuk. Secara tradisional, perusahaan pelayaran memperoleh jenis tanker tertentu saat menerima banyak permintaan untuk layanan kapal tanker tertentu.

Armada Soechi Lines saat ini berjumlah 39 kapal tanker. Armada ini memiliki rasio utilisasi 80 persen. Perusahaan pelayaran menargetkan menaikkan rasio ini menjadi 85 – 90 persen pada 2018. Marlina menambahkan bahwa karena perbaikan dan pemasangan kapal, perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan semua kapal tanker pada saat bersamaan.

Karena sebagian besar layanan pengiriman perusahaan melibatkan pengangkutan minyak mentah dan gas alam, pendapatan perusahaan Soechi Lines sangat dipengaruhi oleh dinamika sektor minyak dan gas bumi. Kemitraan jangka panjangnya dengan perusahaan energi milik negara Pertamina memberikan kontribusi 62 persen terhadap pendapatan perusahaan pelayaran dalam sembilan bulan pertama tahun 2017.

Namun meski harga komoditas menguat dan rasio utilisasi yang ditargetkan lebih tinggi, Soechi Lines menetapkan target pertumbuhan pendapatan konservatif untuk tahun 2018.

Sementara itu, melalui anak perusahaan Soechi Capital Pte Ltd, Soechi Lines berencana menerbitkan obligasi global senilai USD $ 200 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2023 dan memiliki tingkat kupon sebesar 8.375 persen (setahun). Hasil akan digunakan untuk melunasi kewajiban hutang. Per September 2017, Soechi Lines memiliki hutang sebesar USD $ 184 juta.

Moody’s Investors Service baru-baru ini menegaskan peringkat perusahaan B1 untuk Soechi Lines, dengan prospek yang stabil. Lembaga pemeringkat mengharapkan pertumbuhan pendapatan yang stabil untuk Soechi Lines yang didukung oleh charter waktu dan peraturan cabotage Indonesia (memerlukan transportasi laut dalam negeri yang akan dilakukan oleh perusahaan pelayaran Indonesia yang menggunakan kapal berbendera Indonesia dan kru Indonesia).

Namun, peringkat Soechi Lines tetap terkendala oleh skala operasi perusahaan yang relatif kecil, dan tingginya harga saat membeli kapal. Juga ketergantungan perusahaan terhadap dua operator minyak mentah yang sangat besar – yang menyumbang 38 persen dari total kapasitas perusahaan – menyebabkan kekhawatiran tentang arus kas.

Pada hari Senin (29/01) saham Soechi Lines, tercatat di Bursa Efek Indonesia, melonjak 2,08 persen menjadi Rp 294 per potong. Sejauh tahun ini, saham perseroan melonjak 24,58 persen.

Stok Kutipan Soechi Lines – SOCI: