This post has already been read 4 times!

GANTUNGAN hiasan yang dirancang dengan rumit,  atau jaket mini yang dihiasi dengan manik-manik buatan tangan yang terbuat dari bahan kain batik antik, membuat suvenir nan indah yang bisa diperoleh di Indonesia. Adalah gagasan Ibu Hartati, yang bersama suaminya, Pak Johannes Ongkosutjahjo berserta teman-temannya, Lila Noerhayati dan Kirono Arundatie, untuk mendirikan Batik Canting pada tahun 1998.

Menurut Johannes Ongkosutjahjo yang lebih akrab disapa Ongko, dia bersama kawan-kawannya memulai bisnis  ini pada tahun 1998 dengan berangkat dari ide, bagaimana menggunakan kain batik antik untuk membuat gaun yang mengingatkan keluarga kerajaan kuno Jawa. Hal itu karena batik  memiliki filosofi mendalam dalam budaya Jawa. Ini adalah cara perubahan dari penggunaan batik hanya untuk penutup bantal, bed cover, dan barang sejenis lainnya. Kami memulai bisnis ini dengan desain yang sangat sederhana.

 

Ongko mengaku  menghabiskan sembilan tahun di Jerman, enam tahun belajar teknik sipil dan tiga tahun bekerja. Pada tahun 1997 dia kembali bekerja sebagai insinyur sipil yang tepat. Keluarganya sangat tertarik dengan Batik dan orang tua istrinya memiliki koleksi batik tua yang indah.

“Kami sering mencari batik tua di desa-desa di Javen untuk menambah koleksi. Ini sangat dihargai oleh pelanggan ekspatriat kami. Kami memiliki desain batik yang berbeda. Warna gelap tradisional dan desain keluarga kerajaan Solo dan Yogyakarta yang sudah berusia berabad-abad, di selatan Jawa Tengah. Pola tradisional dan tema khas kota pesisir utara Pekalongan dan Cirebon dipengaruhi oleh desain oriental, dengan warna yang lebih cerah, bunga yang rumit dan desain awan,” katanya.

Ditanya mengenai “Canting” yang dipakai sebagai mereknya, Ongko menjelaskan  nama itu dipilih tidak lepas dari kedekatan alat tersebut dengan dunia batik. Canting,  merupakan alat menggambar lilin dalam proses pembuatan batik.  Dia adalah aplikator pena yang terhubung ke pegangan bambu pendek untuk mengoleskan lilin ke kain untuk menciptakan desain Batik yang rumit.

Produk Batik Canting  terinspirasi dari desain  sendiri. “Mereka semua dengan susah payah membuat tangan dan masing-masing unik. Tidak ada dua sama. Sekitar 7-8 tahun yang lalu ada perancang yang menyalin produk kami namun bisnis mereka tidak lagi beroperasi. Kami menciptakan produk kami dengan penuh semangat untuk kecantikan batik yang abadi. Kami hanya memiliki outlet ini, jadi pelanggan mengunjungi kami,” katanya.

 

 

“Kami cukup sibuk dengan jumlah pesanan, dan hampir tidak bisa mengikuti permintaan. Kami tidak mengambil pesanan eksklusif karena kesulitan mendapatkan kain berkualitas dalam jumlah yang cukup. Perhatian utama kami adalah menjaga kualitas dan kami hanya mengerjakan 700 buah per tahun,” tambahnya.

Produk yang ditawarkan di antaranya  hiasan dinding satu atap, jaket mini, taplak meja, pelari, penutup bantal, permadani, penutup tempat tidur, tikar tempat, desain, dompet, dan tirai berbingkai tersedia. Produk yang tidak biasa memiliki desain kain perca dan berlapis dihias dengan berbagai aksesoris seperti koin antik, batu permata semi mulia dan ornamen kuningan yang dipalu atau dicetak untuk melengkapi ciptaan berbasis batik kuno yang artistik. Bahan alami seperti kerang, buah kering, rumput, serat, daun, tulang, tempurung kelapa, kayu dan gigi ikan secara kreatif melengkapi hiasan dinding dan jaket mini.

Batik Canting – Quilt and Patchwork Jl. Niaga Hijau IX No. 24 Pondok Indah, Jakarta Selatan 12310 Telp: (+6221) 750-1783, 740-2651 Mobile: 0816-1829971

Pilihlah barang-barang terlaris seperti hiasan dinding satu-of-a-kind dan jaket mini, digantung oleh batang kayu melalui lubang lengan. Tiang dan perlengkapan dinding dijual untuk menggantung jaket mini dan hiasan dinding lainnya. Harga hiasan dinding berkisar antara Rp 500.000 sampai Rp 2.000.000, tergantung dari nilai batik, ukuran dan kerumitan potongan dan asesoris yang digunakan.

Hartati dan Pak Ongko mendapat apresiasi di pameran internasional (Berlin dan Jepang), di kedutaan besar dan pameran kerajinan tangan. Produk mereka telah didistribusikan ke seluruh Amerika Serikat, Australia, Eropa, Timur Tengah, India, Jepang, Selandia Baru dan Amerika Selatan.

 

 

Categories: EKONOMI KREATIF