This post has already been read 3 times!

Jakarta, Monasnews — Selasa pagi tadi, pukul 09.00 WIB, Presiden Joko Widodo (Jokowi), berpenampilan trendy, dengan mengenakan kaus merah lengan panjang dipadu dengan sepatu olah raga. Tampilannya sporty benar, ketika Presiden  meresmikan pengoperasian Kereta Api Bandara Soekarno Hatta di Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Hadir dalam kesempatan itu,  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri PUPR Basuki Hadimujono, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Peresmian kereta api bandara oleh Presiden Jokowi, itu ditandai dengan  menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti. Acara kemudian dilanjutkan dengan  meninjau stasiun dan mencoba kereta bandara ke Stasiun Sudirman Baru.

Terhitung sejak hari  Selasa 26 Desember 2017, kereta ini sudah dioperasikan oleh PT KAI dengan jadwal keberangkatan pertama pada 03.47 WIB dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) dengan tarif promo Rp30.000. Menurut  Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro,  harga tiket selama masa promo Rp30.000. Tahap uji coba itu dimaksudkan  agar masyarakat dapat memberi masukan untuk pengoperasian penuh mulai Januari ini. Dan mulai hari ini,  2 Januari 2018 kereta ini bertarif Rp70.000.

“Ini masih dalam prinsip, sebagai pelayanan publik kami harus kompetitif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas,” katanya.

Edi mengatakan kereta bandara terdiri dari enam kereta per rangkaian yang bisa menampung 272 penumpang dan 42 perjalanan. KA Bandara baru akan beroperasi atau menaikturunkan penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Soekarno-Hatta.

“Seharusnya dari Manggarai karena Manggarai masih ada pengerjaan, jadi kita doakan mudah-mudahan cepat selesai,” kata Edi.

KA Bandara langsung tersambung ke kereta layang (Skytrain) yang akan terhubung ke Terminal 1,2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. “Tiket bisa didapatkan di stasiun, karena kami menyediakan untuk pembelian `go show`, mobile aplikasi atau `vending machine`,” ujar Edi.

Categories: BISNIS & INVESTASI