This post has already been read 6 times!

SURABAYA, Monasnews – Markas Kepolisian Resort Kota Surabaya,   Senin pagi diserang  oleh tersangka militan yang meledakkan bahan peledak dari sepeda motor.

Serangan itu tersjadi  sehari setelah pemboman bunuh diri di tiga gereja di kota itu oleh anggota satu keluarga menewaskan 14 orang orang.

Rekaman CCTV menunjukkan sebuah mobil dan dua sepeda motor mendekati pos pemeriksaan keamanan di kompleks polisi diikuti oleh ledakan dari salah satu sepeda motor dengan setidaknya dua orang di atasnya.

Juru bicara kepolisian Surabaya, Kombes Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, warga sipil dan polisi adalah korban serangan. Tetapi, polisi tidak segera mengumumkan kematian atau korban luka.

Polisi mengatakan keluarga yang melakukan pemboman bunuh diri hari Minggu telah kembali ke Indonesia dari Suriah dan termasuk anak perempuan berusia 9 dan 12. Semua enam anggota keluarga meninggal.

Secara terpisah pada hari Minggu, tiga anggota keluarga lain tewas ketika bom rakitan meledak di sebuah apartemen di Sidoarjo, sebuah kota yang berbatasan dengan Surabaya, kata polisi.

Presiden Indonesia mengutuk serangan hari Minggu sebagai “biadab.”

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan gereja dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita Aamaq. Tidak disebutkan apa pun tentang keluarga atau anak-anak yang ikut serta dan mengatakan hanya ada tiga penyerang.

Serangan teroris paling mematikan di Indonesia terjadi pada tahun 2002, ketika bom meledak di pulau wisata Bali, menewaskan 202 orang dalam satu malam, kebanyakan orang asing. Tetapi fakta bahwa anak-anak terlibat dalam serangan hari Minggu di Surabaya mengejutkan dan membuat marah negara itu.

Jemaah Islamiyah, jaringan yang bertanggung jawab atas serangan Bali, ditumpas oleh Densus 88 Anti Teror. Ancaman baru telah muncul dalam beberapa tahun terakhir, terinspirasi oleh serangan ISIS di luar negeri.

Para ahli di jaringan militan telah memperingatkan selama beberapa tahun bahwa sekitar 1.100 orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS menimbulkan ancaman jika mereka kembali ke rumah.

Categories: NASIONAL