Wall Street Alami Rebound

NEW YORK, Monasnews – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street, berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (12/2/2018), setelah kalangan  investor mendapatkan kepercayaan diri pasca  bursa AS mengalami penurunan mingguan terbesar dalam dua tahun.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,7% atau 410,37 poin di level 24.601,27, indeks S&P 500 menanjak 1,39% atau 34,65 poin di 2.656, dan indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 1,56% atau 107,47 poin di level 6.981,96.

Pengumuman anggaran oleh Presiden Donald Trump, menurut laporan Reuters, termasuk rencana pengeluaran infrastruktur, telah membantu menopang sejumlah sektor seperti bahan baku dan industri pada indeks S&P.

Namun, menurut pakar strategi, faktor pendorong yang lebih besar kemungkinannya adalah tes dan rebound S&P dari level teknis pada hari Jumat (9/2), ketika turun tajam 11,8% dari rekornya pada 26 Januari serta di bawah rata-rata pergerakan 200 hari selama sesi tersebut.

“Investor mungkin mempertimbangkan hal-hal selama akhir pekan kemudian menyimpulkan bahwa ekonomi cukup kuat dan laporan keuangan bertahan, jadi tidak ada alasan khusus untuk panik atau menjual. Sejumlah uang mungkin kembali masuk ke dalam pasar,” kata John Carey, manajer portofolio di Amundi Pioneer Asset Management, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/2/2018).

Michael Purves, kepala strategi global di Weeden & Co di New York, mengatakan pergerakan pada sesi perdagangan Senin juga menunjukkan aksi ambil untung setelah penurunan. “Anda menguji level support dan kembali dan mengujinya lagi, itulah yang terjadi pada Jumat,” ujarnya.

Meskipun aksi jual pekan lalu lalu terlihat usai, sejumlah pakar strategi masih melihat adanya penurunan. Indes S&P masih ditutup 7,6% di bawah penutupan tertingginya pada 26 Januari.

Seluruh 11 sektor utama pada S&P 500 naik. Sektor bahan baku mencatat penguatan persentase terbesar dengan kenaikan 2,1%, diikuti oleh kenaikan sebesar 1,8% pada teknologi informasi.

Pergerakan saham juga ditopang proposal anggaran Trump untuk tahun fiskal 2019, yang mencakup US$200 miliar untuk belanja infrastruktur, lebih dari US$23 miliar untuk keamanan perbatasan dan penegakan imigrasi, serta US$716 miliar untuk program militer, termasuk gudang senjata nuklir AS.

Indeks Volatilitas CBOE, barometer yang menjadi acuan atas perkiraan volatilitas jangka pendek untuk saham AS, berakhir turun 3,45 poin pada 25,61, penutupan terendah sejak 2 Februari.[*]

Leave a Reply